Breaking News:

Berita Pendidikan

TERUNGKAP, Sebanyak 14 Ribu Anak Usia SMA di Jawa Timur Sampai Saat ini Ternyata Tak Sekolah

TERUNGKAP, Sebanyak 14 Ribu Anak Usia SMA di Jawa Timur Sampai Saat ini Ternyata Tak Sekolah

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ilustrasi - ERUNGKAP, Sebanyak 14 Ribu Anak Usia SMA di Jawa Timur Sampai Saat ini Ternyata Tak Sekolah. 

Jika memungkinkan akan dimasukkan di tahun ajaran 2019/2020. Namun jika tidak memungkinkan akan dimasukkan ke tahun ajaran 2020/2021 mendatang.

Relawan TisTas ini, dikatakan pria yang juga Kabiro Kesos Setdaprov ini, memanfaatkan tim yang sudah ada yang biasa berkecimpung dengan pendataan warga miskin. Yaitu relawan Program Keluarga Harapan yang sudah tersebar di kabupaten kota di Jawa Timur.

"Ada wilayah yang prioritas. Misalnya Madura. Di sana ada kultur, anak-anak yang penting mengaji, lalu tidak sekolah formal. Padahal kan bisa sambil sekolah tapi juga masuk sekolah formal," ucapnya.

Lebih lanjut Relawan TisTas akan dibekali dengan visi dan misi program TisTas.

Para orang tua dan anak-anak yang belum sekolah itu akan diyakinkan bahwa saat ini sekolah sudah gratis. Baik sekolah negeri maupun swasta.

Sehingga tak perlu ada kekhawatiran biaya sekolah yang mahal yang akhirnya mengurungkan niat untuk sekolah.

"Jika nanti dalam pendataan ada juga ditemukan anak putus sekllah akan ditindaklanjuti dengan memasukkan dalam program kejar paket. Intinya kita ingin meniningkatkan angka partisipasi kasar warga Jawa Timur agar bisa wajib belajar 12 tahun," tandas Hudiyono.

Relawan TisTas ini siap bergerak dan tinggal menunggu lampu hijau dari gubernur.

Menurut Hudiyono, relawan akan segera bergerak dalam waktu dekat guna menjangkau anak-anak Jatim yang belum bisa menikmati bangku sekolah.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan angka lama sekolah di Jawa Timur harus ditingkatkan guna meningkatkan indeks pembangunan manusia di Jawa Timur.

Sebab saat ini IPM Jatim masih ringking 15 nasional dan terendah di Jawa.

"Salah satu sebab utamanya angka lama sekolah kita masih rendah. Rata-rata anak kelas 1 SMA sudah drop out. Maka yang kita ingin lakukan adalah meningkatkan APK termasuk menyisir masyarakat agar bisa ikut program kejar paket dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah," tegas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved