Takut Bayinya Akan Dijual atau Dibunuh Sang Suami, Ibu Nekat Buang Bayi, Isi Suratnya Miris

Pembuang bayi perempuan di dalam kardus tersebut ternyata juga menyertakan secarik surat yang berisi pesan pilu.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com
Bayi yang dibuang oleh ibunya karena takut bayinya dijual, dan sepucuk surat yang ditinggal 

Takut Bayinya Akan Dijual atau Dibunuh Sang Suami, Ibu Nekat Buang Bayi, Isi Suratnya Miris

TRIBUNMADURA.COM - Anak merupakan anugerah bagi setiap orang tua, namun apa jadinya jika anak tersebut dibuang begitu saja.

Namun, pembuangan anak atau bayi tentu ada alasan tertentu, mulai dari masalah ekonomi hingga rumah tangga.

Pembuangan bayi satu ini, bikin miris.

Ternyata bayi dibuang karena sang ibu takut bayinya akan dijual ke orang lain.

Kasus bayi dibuang dalam kardus kembali terjadi.

Diduga Hina Mbah Moen,Tak ada Raut Penyesalan pada Daffa Pemuda Malang, Malah Bikin Pengakuan Aneh

Gara-gara Puntung Rokok, Pria di Kediri ini Tewas Mengenaskan

Babak Kedua Laga Persebaya Vs Madura United Diwarnai Aksi Lemparan Botol dari Bangku Penonton

Kali ini warga Lumajang yang geger temukan kardus berisi bayi mungil yang baru dilahirkan.

Pembuang bayi perempuan di dalam kardus tersebut ternyata juga menyertakan secarik surat yang berisi pesan pilu.

Dari surat itulah, polisi menduga pembuang bayi adalah sang ibu kandung.

Dilansir Grid.ID (grup TribunMadura.com ), bayi tersebut ditemukan oleh salah satu warga Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, jawa Timur pada Kamis (8/8/2019) malam.

Bayi malang tersebut ditemukan oleh warga bernama Sakor (49) di teras rumahnya.

Awalnya Sakor takut melihat seonggok kardus mencurigakan tergeletak begitu saja di depan rumah.

Ketika dibuka, betapa terkejutnya Sakor mendapati kardus itu ternyata berisi bayi dan secarik surat.

Bayi perempuan ditemukan dalam kardus bersama secarik pesan pilu
Bayi perempuan ditemukan dalam kardus bersama secarik pesan pilu (Tribun Madura/Sri Wahyunik/Istimewa)

Pesan dalam surat itu secara garis besar berbunyi bahwa bayi tersebut baru dilahirkan pada Kamis (8/8/2019) pukul 09.00 WIB.

Si penulis yang diduga adalah ibu kandung bayi meminta agar anaknya dirawat oleh siapapun yang menemukan.

Ia juga menegaskan bahwa bayinya bukanlah anak haram.

Alasan sang ibu kandung membuang bayinya karena ia tak ingin buah hatinya itu dijual atau dibunuh oleh sang suami.

Dalam suratnya pula, si ibu kandung mengaku baru saja kabur dari rumah sakit di Banyuwangi.

"Tolong ya, jangan bilang-bilang kalau ada orang buang anak ini, karena aku kabur dari rumah sakit Banyuwangi.

Anak saya mau dijual sama suami, saya takut kalau dijual dia akan dibunuh,"tulis si ibu kandung dalam suratnya.

Sepucuk surat ditemukan bersama bayi mungil yang dibuang di Lumajang
Sepucuk surat ditemukan bersama bayi mungil yang dibuang di Lumajang (Tribun Madura/Istimewa)

Meski demikian, Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban menegaskan, pihaknya masih akan mendalami motif pembuangan bayi tak berdosa itu.

"Meskipun terdapat pesan bersama bayi tersebut, saya akan mendalami motif di balik pembuangan bayi mungil ini."

"Apapun alasannya tindakan ini sangat tidak dibenarkan," ujarnya seperti dikutip Grid.ID dari Tribun Madura.

Dari pemeriksaan medis, bayi itu memiliki berat 2,7 Kg dan panjang 50 Cm.

Diduga pula ibu sang jabang bayi melahirkan tanpa bantuan petugas kesehatan.

Sementara kasus ini ditangani polisi, bayi perempuan tersebut pun dirawat di RS Bhayangkara Kabupaten Luamajang.

Diwartakan Tribun Jatim (grup TribunMadura.com), pada Sabtu (10/8/2019), bayi tersebut kini dalam keadaan sehat.

Gubernur Jatim Khofifah Inisiasi Penggunaan Besek di Pembagian Daging Kurban, Minimalisir Plastik

Khutbah Salat Idul Adha 1440 H di Masjid Rahmat Kembang Kuning, Masjid Tertua di Kota Surabaya

Apes, Kepergok Gondol HP dan Blender, Motor Maling ini Malah Dibakar Massa yang Geregetan

"Alhamdulilah bayinya sehat, dari pihak RS juga mengatakan tidak adanya gangguan kesehatan si bayi."

"Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait perawatan bayi ini lebih lanjut," ujar AKBP M Arsal Sahban.

Lebih lanjut Arsal mengatakan, sejumlah orang telah menghubungi dirinya untuk mengadopsi sang bayi.

"Banyak masyarakat yang menghubungi saya untuk mengadopsi bayi ini, hal ini akan saya komunikasikan dengan Dinas Sosial, karena aturan tentang adopsi ada pada Dinas Sosial," tandasnya. (*)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved