Idul Adha 1440 H
Gubernur Jatim Khofifah Inisiasi Penggunaan Besek di Pembagian Daging Kurban, Minimalisir Plastik
Setidaknya ada sebanyak 3000 paket besek yang disediakan Masjid Nasional Al Akbar guna membagikan daging kurban masyarakat.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
Gubernur Jatim Khofifah Inisiasi Penggunaan Besek di Pembagian Daging Kurban, Minimalisir Plastik
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mulai menginisiasi agar warga Jawa Timur bersama sama mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban dan menggantinya dengan besek di Hari Raya Idul Adha 1440 H.
Untuk itu, pihaknya memastikan bahwa pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya akan dilakukan dengan menggunakan besek bambu dan alas daun jati sebagai pengganti plastik sekali pakai.
Setidaknya ada sebanyak 3000 paket besek yang disediakan Masjid Nasional Al Akbar guna membagikan daging kurban masyarakat.
Hal itu ditegaskan Gubernur Khofifah usai menyerahkan satu ekor sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo dan juga dua ekor sapi kurban miliknya ke badan pengelola Masjid Nasional Al Akbar usai salat Idul Adha, Minggu (11/8/2019) pagi.
• Diduga Hina Mbah Moen,Tak ada Raut Penyesalan pada Daffa Pemuda Malang, Malah Bikin Pengakuan Aneh
• Berjemur Pakai Bikini saat Liburan, Turis Wanita ini Kaget Dapatkan Hal Tak Terduga dalam Hidupnya
• Kapolri Jenderal Tito Karnavian Ungkap Awal Mula Hobi Istrinya Suka Menyelam hingga Jadi Ketua WASI
Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menyebut langkah ini diharapkan akan menjadi awalan untuk bisa menghilangkan penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban dan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
"Ini langkah kita untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Mengurangi penggunaan plastik dalam mendistribusikan daging kurban. Maka tahun ini kita mulai untuk menggunakan besek dalam membagikan hewan kurban," kata Khofifah.
Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa pihaknya khusus mencari pelaku UKM pembuat besek untuk bisa menyuplai kebutuhan pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar.
Namun lantaran karena satu pengrajin besek tidak mampu memenuhi kebutuhan besek secara menyeluruh, maka ia harus mendatangi sejumlah pengrajin hingga akhirnya bisa terkumpul sebanyak 3000 besek.
"Semoga yang memproduksi besek tahun depan bisa menyiapkan lebih banyak lagi. Karena kita ini 3000 besek nggak bisa satu form UKM. Kapolda kemarin saat ketemu juga menyebut hal yang sama. Saya mencari besek untuk masjid di kampung saya juga nggak dapat banyak," ucapnya.
Bisa jadi, tidak banyaknya pengrajin besek Jawa Timur yang memproduksi besek dalam jumlah besar di momen Idul Adha disebabkan lantaran di tahun-tahun sebelumnya masih belum terbangun budaya membagikan daging kurban dengan besek.
Sehingga permintaan besek di hari raya kurban di masyarakat atau pasar juga belum banyak.
Sehingga ia berharap dengan dimulainya penggunaan besek dalam membagikan daging kurban di masing-masing masjid dan tempat penyembelihan kurban di Jawa Timur yang dilakukan mulai tahun ini, maka akan membangkitkan pengrajin serta UKM produsen besek.
Jadi bisa ikut menghidupkan pengrajin besek di kampung-kampung.
• Wali Kota Surabaya Risma Jadi Pengurus DPP PDIP, Risma Disebut Naik Kelas, Potensi Jadi Menteri?
• Gara-gara Puntung Rokok, Pria di Kediri ini Tewas Mengenaskan
• Risma Masuk Kabinet Mega dan Bambang DH Terlempar, Ini Susunan Pengurus Baru PDIP Periode 2019-2024
"Ini ikhtiar kita bersama dalam mengurangi penggunaan plastik, pembagian daging kurban menggunakan besek," tambahnya.