Berita Malang

Seksi V Tol Pandaan-Malang Terancam Molor Tahun ini, Terkendala Pembebasan Lahan Warga Madyopuro

Warga Kelurahan Madyopuro menolak rumahnya digusur hingga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

Seksi V Tol Pandaan-Malang Terancam Molor Tahun ini, Terkendala Pembebasan Lahan Warga Madyopuro
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Suasana arus kendaraan di Tol Pandaan-Malang, Jumat (21/12/2018). 

Warga Kelurahan Madyopuro menolak rumahnya digusur hingga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pengerjaan seksi V Tol Pandaan-Malang yang ditarget rampung akhir tahun ini, terancam molor.

Hal itu disebabkan 34 KK di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menolak digusur hingga tuntutannya dipenuhi pemerintah.

"Kami tempuh kasasi di Mahkamah Agung. Selama proses hukum berlangsung, Presiden sekalipun tidak bisa menggusur," ujar Kuasa Hukum warga Madyopuro, Sumardan, Senin (12/8/2019).

Tol Pandaan-Malang Diberlakukan Tarif, Jumlah Kendaraan yang Melintas Berkurang hingga 15 Persen

Menurut Sumardan, harga penggantian lahan yang ditawarkan pemerintah (atau tim appraisal) tak sesuai dengan perhitungan.

Warga kelas 1 (dekat jalan raya) misalnya, menutut agar lahan miliknya dihargai Rp 25 juta per meter.

Sementara warga kelas 2 (perkampungan) dan kelas 3 meminta diganti Rp 20 juta dan Rp 15 juta per meter.

"Kenapa besar, karena warga ini posisinya bukan sedang menjual tanah. Itu lahan mereka, tempat tinggal turun temurun," jelas dia.

"Kalau pemerintah minta supaya pindah dari situ, maka seyogyanya kompensasinya juga besar," tambahnya.

Dapatkan SIM Gratis dari Satlantas Polrestabes Surabaya, Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya

Sebetulnya, kata dia, warga tidak menolak keberadaan Tol Pandaan-Malang.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved