Senin, 4 Mei 2026

Berita Gresik

Modal Sok Akrab, Wanita Gresik ini Mudah Curi Perhiasan dan Puluhan Juta di Hajatan Pesta Pernikahan

Modal Sok Kenal dan Akrab, Wanita Gresik ini Dengan Mudah Curi Perhiasan Emas dan Uang Puluhan Juta di Hajatan Pesta Pernikahan.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Mujib Anwar
Pixabay.com/StockSnap
Ilustrasi - Modal Sok Kenal dan Akrab, Wanita Gresik ini Dengan Mudah Curi Perhiasan Emas dan Uang Puluhan Juta di Hajatan Pesta Pernikahan. 

Modal Sok Kenal dan Akrab, Wanita Gresik ini Dengan Mudah Curi Peshiasan Emas dan Uang Puluhan Jutaan di Hajatan Pesta Pernikahan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Berpura-pura membantu memasak di sebuah hajatan persta pernikahan, perempuan asal Gresik, Jawa Timur ini nekat menggasak sejumlah uang tunai dan perhiasan milik sang tuan rumah.

Pelaku bernama Astutik Nanik (48), warga Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kanit Reskrim Polsek Benowo Surabaya Ipda Jumeno menuturkan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura membantu taun rumah saat mempersiapkan hidangan makanan untuk acara hajatan, yakni pesta pernikahan.

"Pelaku pura-pura untuk rewang alias membantu artinya sirip lakuin tidak mengenal sama sekali korbannya," katanya saat dihubungi TribunJatim.com (Grup Tribunmadura.com), Rabu (21/8/2019).

Pelaku sebenarnya tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban.

Hanya saja saat menjalankan aksinya, pelaku berusaha tampak akrab dan komunikatif pada semua orang yang ada di dapur hajatan pesta pernikahan, termasuk kepada sang tuan rumah.

"Kebetulan dia itu datang di orang hajatan dan langsung sok kenal gitu," ujarnya.

Astutik Nanik (48) saat dikeler ke Markas Polsek Benowo Surabaya.
Astutik Nanik (48) saat dikeler ke Markas Polsek Benowo Surabaya. (TRIBUNMADURA/IST)

Kendati tak mengenal pelaku, sang tuan rumah ternyata sejak awal tidak menaruh curiga.

Lantaran sang tuan rumah mengira, ungkap Jumeno, pelaku adalah satu diantara kerabat besannya.

"Korban atau tuan rumah itu sempat mikir 'ini orang dari pihak mana ataukah memang dari besannya atau siapa' makanya diam saja si tuan rumah," tuturnya.

Astutik Nanik si pelaku datang ke dapur hajatan pesta pernikahan dengan sikap sok kenal dan sok akrab sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut Jumeno, pelaku juga sempat turut membantu para ibu-ibu yang ada di dapur untuk memasak sekira 45 menit lamanya.

Namun, setelah memastikan bahwa semua orang yang ada di dapur tampak sibuk dengan urusannya.

Maka beraksilah pelaku dengan merangsek ke dalam ruang kamar pribadi si tuan rumah.

"Kemudian dia langsung mengambil barang-barang yang diincarnya, yakni uang dan perhiasan. Jadi dia memanfaatkan waktu kesempatan di saat menjadi rewang (membantu persiapan hajatan pesta pernikahan)," jelasnya.

Jumeno mengatakan, pelaku terbilang lihai dalam menjalankan aksinya.

Selama berkutat di dalam kamar sang tuan rumah, pelaku sama sekali tidak merusak benda apapun saat menggasak uang puluhan juta dan perhiasan emas yang disipan di dalam almari.

"Dia terbilang sering kalau melihat aksinya memang sangat serius sangat serius dan sangat canggih," katanya.

Masak memasak
Ilustrasi masak memasak (besthealthmag.ca)

Aksi yang dilakukan pelaku juga terbilang gesit.

Lantaran tak butuh waktu lama hanya berselang beberapa menit saja pelaku berhasil membawa kabur sejumlah uang dan perhiasan yang dimasukkan di dalam tas yang dibawanya dari rumah.

"Jadi si pelaku pelaku memang mewadahi peran caranya caranya menggunakan tas si pelaku membawa tas," tukasnya.

Jumeno mengungkapkan, aksi nekat pelaku belakangan ketahuan hingga berujung diringkus polisi, setelah sang tuan rumah menyadari bahwa perhiasan emas miliknya ada yang hilang.

Beruntung di rumah tersebut terdapat kamera CCTV, akhirnya polisi menggunakan rekaman tersebut untuk melacak pelaku.

"Ketahuannya dia adalah kebetulan ada kamera CCTV, kemudian kami cocokkan telah mengidentifikasi lalu kami kejar," jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ungkap Jumeno, pelaku ternyata sudah menjalankan aksinya itu sebanyak ketiga kali.

"Kalau penuturan si pelaku dia sudah melakukan tiga kali pencurian Tapi sebelumnya tidak ada laporannya, dilakukan di tiga di tiga lokasi yang berbeda," tandasnya.

Kepeda polisi, motif pelaku saat menjalankan aksinya itu, lantaran untuk biaya hidup sehari-hari.

Sesaat tiba di ruang penyidik Unit Reskrim Mapolsek Benowo, pelaku dicecar rentetan pertanyaan yang disertai bukti-bukti rekaman kamera CCTV.

Berkali kali pelaku bersilat lidah mementahkan semua tuduhan berlandaskan bukti itu.

Setelah sekian lama aksi bersilat lidah, pelaku akhirnya menyerah, lantas mengakui perbuatannya itu.

"Awalnya pelaku yang yang tidak mengaku. Setelah kami interogasi dan kami lakukan penyelidikan, semua terkuak akhirnya," tegasnya.

Berdasarkan catatan Polisi, akibat aksi pencurian yang dilakukan pelaku.

Korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 75 Juta.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved