Berita Tulungagung
Ayah Kabur Dikejar Massa saat Bonceng Istri dan Anak, Tertangkap Basah Curi Setandan Pisang Ambon
Warga Kabupaten Tulungagung mendadak dikejar massa saat membonceng istri dan seorang anaknya.
Penulis: David Yohanes | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Warga Kabupaten Tulungagung mendadak dikejar massa saat membonceng istri dan seorang anaknya
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - KNE (35), warga Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung mendadak dikejar massa.
Sambil membonceng istri dan seorang anak berusia 2 tahun, KNE melaju menghindari massa dengan sepeda motor.
Ia dikejar massa karena diduga telah mencuri setandan pisang ambon milik Sunomo (56), warga Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan, Selasa (3/9/2019) dini hari.
• Rumah Orangtua Aktivis HAM Munir Dibobol Maling, Barang Antik Dicuri dan Dijual ke Seorang Penadah
Kapolsek Rejotangan, AKP Thohir melalui Kanit Reskrim Polsek Rejotangan, Aiptu Bilal Achmar mengatakan, korban saat itu tengah melihat televisi di rumahnya.
Aiptu Bilal Achmar menjelaskan, sekitar pukul 00.30 WIB, Sunomo mendengar seperti suara pohon pisang yang ambruk di depan rumahnya.
“Korban memeriksa ke depan, ternyata ada satu pohon pisang yang ambruk dan buahnya sudah hilang,” terang Aiptu Bilal Achmar.
Saat itu korban sempat melihat ada sebuah motor yang melaju, dan pengendaranya terlihat membawa setandan pisang.
Yakin pengendara motor itu telah mencuri pisangnya, Sunomo memberi tahu anaknya dan mengejar.
• Kepala Dinas ESDM Jatim Ungkap Alasan Maju pada Pilkada Tuban 2020 Meski Pernah Kalah Sebelumnya
Setelah kejar-kejaran sejauh 1 kilometer, pengendara motor yang mencurigakan itu berhasil disusul.
“Ternyata orang itu tidak sendirian, dia membawa istrinya dan anak berusia 2 tahun," jelas Aiptu Bilal Achmar.
"Terduga pelaku itu kemudian diserahkan ke Polsek Rejotangan,” sambung dia.
Kepada penyidik, KNE mengaku, awalnya hanya mengajak jalan-jalan anaknya yang sulit tidur.
Harapannya setelah diajak keliling, anak itu bisa tidur kemudian pulang.
• Kisah Sukses Anak Penarik Becak Raih Gelar Doktor di Kampus ITS, Tak Patah Semangat Meski Dicibir
Namun, saat melintas di depan rumah Sunomo, KNE melihat pisang ambon yang sudah tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-pisang-kuning.jpg)