Mayat Pria DItemukan di Hutan, Semasa Hidup Penyuka Sejenis, Ibu Kasihan dan ini Fakta Dibaliknya

Seorang pria ditemukan tewas di Hutan Lindung Gunung Kalong, Desa Cikawung, Blok Ciselang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (26/8/2019)

Editor: Aqwamit Torik
Videoblocks.com
ilustrasi mayat korban pembunuhan 

Ia mengatakn bahwa ketiga tersangka yang berhasil di tangkap polisi ini adalah DRH yang merupaka otak pembunuhan, WRSN dan WRD sebagi eksekutor.

"3 orang pelaku lainnya masih buron, yaitu PJ (17), BJ (16), dan IG (30), mereka bertindak sebagai eksekutor," ujar Kapolres Indramayu, M. Yoris MY Marzuki.

Kapolres juga menjelaskan bahwa pihaknya pada Senin 26 Agustus 2019 pada pukul 11 WIB mendapat laporan mengenai ditemukannya mayat laki-laki di kawasan Hutan Lindung Gunung Kalong.

"Korban yang dibunuh ini bernama Carudin (32), warga Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu," ucapnya.

Pihak polisi langsung melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa dalang pembunuhan sadis tersebut adalah ibu kandung korban yang berinisial DRH.

Korban dibunuh secara sadis dengan cara dibacok dan dipukuli menggunakan batu besar pada kepala bagian belakang oleh kelima eksekutor.

Hanya dalam waktu 1x24 jam polisi pun behasil menangkap 2 orang pelaku di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Sedangkan tiga pelakunya masih DPO dan masih dilakukan pengejaran.

"Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan dan pengerjakan terhadap ketiga pelaku ini, yakni PJ (17), BJ (16), dan IG (30)," ujar Kapolres.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka akan dikenakan pasal berlapis Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (4) Jo 55 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

"Kita harapkan pelaku yang lain yang belum tertangkap bisa segera diamankan," ujar dia.

DRH pun membeberkan alasanya kenapa tega membunuh anak semata wayangnya ini.

Ia merasa resah karena sering dimintai oleh korban.

"Dia itu suka menjual-jual harta, terakhir itu jual sawah, harganya Rp 100 juta," ucap DRH kepada Tribuncirebon.com ( TribunMadura.com network ) seusai konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (27/9/2019).

Halaman
123
Sumber: Suar.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved