Berita Surabaya
Beda dari Bus Transjakarta, Wali Kota Surabaya Risma Pastikan Suroboyo Bus Tak ada Jalur Khusus
Paling tidak hingga berakhirnya kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berakhir Desember 2020, Suroboyo Bus tetap berada di jalur umum
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Aqwamit Torik
Salah satunya dengan dibangun Park and Ride dimana-mana.
Nantinya orang cukup memarkir kendaraan mereka dan selanjutnya ke tengah kota Bisa naik angkutan masal.
Selain itu akan ada angkutan masal sebagai pengumpan menuju Suroboyo Bus.
Selain itu, saat ini juga telah dibangun Pedestrian lebar di hampir semua titik kota.
Terutama di Jl protokol dan tengah kota, semua Pedestrian dilebarkan.
Infrastruktur kota ini dibangun khusus untuk pejalan kaki.
Risma mengakui bahwa salah satu tantangan menafa kota adalah membangun sistem transportasi.
Transportasi masal harus menjadi prioritas.
Dibangun sistem yang matang, nyaman dan yang utama bisa mendorong orang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan masal.
"Kompleks memang. Tidak ada batasan pembelian kendaraan. Kita bukan luar negeri yang parkir mahal. Pajak kendaraan juga mahal sekali. Ini tantangan kita," kata Risma.
Namun demikian, Surabaya dinilai berhasil dalam mengatasi masalah kemacetan kota.
Risma menuturkan bahwa Surabaya mendapat apresiasi dari kementerian Perhubungan setelah beroperasinya Suroboyo Bus.
Membayar pakai sampah plastik adalah sebagian menjaga lingkungan.
"Dapat uang juga karena ada Bank Sampah sehingga sampah plastik bisa diuangkan. Yang penting juga mengurangi smapah plastik di Surabaya karena botol ditampung Suroboyo Bus," kata Risma.
Risma tak menyebut berapa unit bus yang akan dikirim dari Kementerian untuk Surabaya.