Berita Surabaya
Geng Remaja Marak di Surabaya dan Sering Tawura, Ini Cara Taktis Pemkot Surabaya untuk Meredamnya
Geng Remaja Marak di Surabaya dan Sering Tawura, Ini Cara Taktis Pemkot Surabaya untuk Meredamnya
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Mujib Anwar
Meski begitu, di agenda sebelumnya yang dilakukan pada Selasa (10/9/2019), Risma melakukan pengarahan karena anak-anak ini terjaring razia Satpol PP akibat miras, ngelem, tawuran dan mengamen.
Kali ini, Kamis (10/10/2019), ia mengumpulkan kembali puluhan anggota geng Jawara dan All Star tersebut karena mereka tertangkap tawuran.
Beberapa pun sudah diamankan di penjara oleh polisi.
"Sebenarnya apa sih, yang membuat kalian tawuran. Kamu, coba jelaskan kenapa kamu ikut tawuran?" tanya Risma pada hampir setiap anak usia SMP-SMA di ruangan lantai 2 Gedung Siola siang itu.
Namun, seluruhnya memberi jawaban serupa, yakni 'ikut-ikutan'.
Ada pula yang menjawab ikut karena mendapat kampungnya akan diserang oleh geng lainnya.
Karena itu, Risma meminta tolong kepada Kapolrestabes Surabaya untuk mencari otak di balik kejadian itu.
Sebab, menurutnya, anak-anak ini seolah-olah ditekan untuk ikut dalam geng mereka.
“Mereka ini hampir 95 persen tidak mengerti. Jadi, ini ada otak yang menggerakkan mereka. Tapi otaknya ini berada di belakang. Katanya dua orang sudah ditangkap dan akan ditindaklanjuti,” paparnya.
Setelah memberi pengarahan sambil mendengarkan jawaban-jawaban mereka, ia meminta para ibu dari anak-anak ini maju ke depan.
Risma lalu meminta mereka untuk mencium kaki ibunya sambil meminta maaf.
Isak tangis pun terdengar selama proses tersebut, baik dari para ibu maupun anak-anak.
Ia juga memerintahkan anak-anak untuk membubarkan geng Jawara maupun All Star, serta semuanya berpelukan sambil bermaaf-maafan.
Satu di antara anggota Jawara yang terjaring, Sandi Rasya Hermawan (13), mengatakan ia kapok ikut tawuran.
Ia mengaku ini kali pertama ia ikut tawuran karena diajak temannya.