Berita Kediri

Peringatan Sumpah Pemuda Digelar di Rumah Persada Soekarno Kediri: Sumpah Harus Ikhlas dan Sadar

Peringatan Hari Sumpah Pemuda digelar di Rumah Persada Sukarno, rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kediri

Peringatan Sumpah Pemuda Digelar di Rumah Persada Soekarno Kediri: Sumpah Harus Ikhlas dan Sadar
TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di Rumah Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (28/10/2019). 

Peringatan Sumpah Pemuda Digelar di Rumah Persada Soekarno Kediri: Sumpah Harus Ikhlas dan Sadar

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Rumah Persada Sukarno yang merupakan rumah masa kecil tokoh Proklamator Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019).

Kushartono, panitia peringatan Sumpah Pemuda menjelaskan, pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini juga dibacakan Sumpah Jati Diri Bangsa bersemangat cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat pembacaan juga diiringi dengan pengangkatan semua kitab suci terdiri, Al Quran, Injil, Weda, Tripitaka dan Kitab Si Shu Wu Ching. Diharapkan kegiatan ini mampu menjalin perdamaian dunia yang abadi.

Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda juga dihadirkan anak yatim dan fakir miskin yang ada di sekitar Rumah Persada Sukarno untuk menjadi saksi dan memberikan doa keberkahan.

Kushartono berharap kegiatan peringatan Sumpah Pemuda semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan berkat dan rahmatnya.

Selain itu senantiasa melimpahkan keihlasan dan kekuatan lahir bathin selama -lamanya.

"Sumpah bukanlah mainan harus dilaksanakan dengan ikhlas, penuh kesadaran dan tanggung jawab," tandasnya.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebelumnya juga digelar kemah dan seni budaya Kanthil Festival 2019.

Kegiatan ini ditutup dengan nonton bareng Film Wage yang mengisahkan komponis pencipta Lagu Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah simbol dan identitas bangsa semenjak mula pertama berkumandang bersamaan dengan bergemanya ikrar Sumpah Pemuda.

Momentum 28 Oktober 1928 ini merupakan perwujudan dari kebangkitan kesadaran perlawanan terhadap penjajah secara nasional.

Yaitu kesadaran untuk melawan penjajah secara bersama-sama sebagai satu bangsa, Indonesia Raya, dan tidak lagi berbasis kedaerahan dan kesukuan maupun keagamaan.

Kesadaran kebangsaan terkandung dalam lagu Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda, yang lahir bersamaan pada 28 Oktober 1928.(dim)

Jadikan Anaknya Siswa SD Umpan, Pria Tulungagung ini Dengan Mudah Jarah Uang Puluhan Juta di 3 SPBU

Dikeroyok Empat Orang Sekaligus, Pria Pamekasan Justru Ditahan Polisi, Kuasa Hukum Merasa Tak Terima

Khianati Persahabatan, Pemuda Lumajang Lampiaskan Kencani PSK di Apartemen Surabaya Pakai Trik Haram

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved