Breaking News:

Berita Pamekasan

Dikeroyok Empat Orang Sekaligus, Pria Pamekasan Justru Ditahan Polisi, Kuasa Hukum Merasa Tak Terima

Kuasa Hukum Kadarusman menyayangkan sikap penyidik kepolisian terkait penangkapan kliennya.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kuasa Hukum Kadarusman, Marsuto Alfianto saat ditemui sejumlah media, Minggu (27/10/2019). 

Kuasa Hukum Kadarusman menyayangkan sikap penyidik kepolisian terkait penangkapan kliennya

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kuasa Hukum Kadarusman (36), Marsuto Alfianto memberikan tanggapan terkait penahanan kliennya atas kasus pengeroyokan di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Marsuto Alfianto mengatakan, tidak layak jika kliennya ikut dijebloskan ke penjara oleh anggota penyidik Polsek Tlanakan.

Sebab, menurutnya, Kadarusman adalah korban pengeroyokan bukan pelaku.

Motor Honda Supra Dicuri, Pemilik Lapor Polisi, Polisi Butuh Enam Bulan Ringkus Tersangka Residivis

Pencuri Uang ATM di Indomaret Surabaya dan Gresik Ternyata Warga Cimahi & Lampung, Begini Tampangnya

Jadikan Anaknya Siswa SD Umpan, Pria Tulungagung ini Dengan Mudah Jarah Uang Puluhan Juta di 3 SPBU

Marsuto Alfianto menyebut, kliennya hanya ingin melakukan pembelaan kepada Subaidi (temannya) yang dipukul oleh terlapor (Anang).

Kata dia, Anang (terlapor) melakukan pemukulan kepada Subaidi yang merupakan teman Kadarusman (korban).

Kemudian, korban mencoba melerainya, agar tidak melakukan pemukulan terhadap teman korban tersebut.

Namun, terlapor malah memukul dan menganiaya Kadarusman bersama temannya hingga mengalami luka robek pada bagian kepala depan.

Kadarusman juga mengalami bengkak pada telinga kanan bagian belakang, bengkak pada kepala bagian atas, dan memar pada dada kanan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved