Berita Malang

Perjalanan Karier Legenda Bulu Tangkis Johan Wahyudi, Awal Lomba Antar Desa hingga Juara All England

Legenda bulu tangkis Indonesia Johan Wahyudi tutup usia pada usianya yang ke-66.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
via Kompas.com
Johan Wahyudi legenda bulu tangkis 

Legenda bulu tangkis Indonesia Johan Wahyudi tutup usia pada usianya yang ke-66

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Indonesia baru saja kehilangan legenda bulu tangkisnya, Johanes Wahyudi.

Pria yang akrab disapa Johan Wahyudi itu tutup usia di 66 tahun di RS Panti Waluya, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

Johan Wahyudi lahir di Malang tanggal 10 Februari 1953.

Bus Bagong Tulungagung - Surabaya Murah Lewat Jalan Tol Resmi Diluncurkan, 4 Armada Gratis Disiapkan

Pisau Komando Kopassus, Bermula Bentrok Antar Geng: Sekali Tusuk Tubuh Langsung Rusak dan Mematikan

Johan Wahyudi mulai bermain bulu tangkis sejak umur empat tahun bersama sang ayah, Mangku Prayitno, yang merupakan seorang atlet tepok bulu.

Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD), Johan diajak ayahnya untuk mengikuti perlombaan di berbagai desa.

Umur 13 tahun, dia bergabung bersama klub bulu tangkis asal Malang, Gajah Putih dan Rajawali di Surabaya setiap akhir pekan.

Lulus sekolah menengah atas (SMA) Johan Wahyudi semakin memantapkan tekadnya menjadi seorang atlet badminton.

Ia sepenuhnya bergabung bersama Rajawali.

Sebelum Sakit hingga Meninggal, Johan Wahyudi Masih Aktif Cari Bibit Atlet Bulu Tangkis Muda

Terungkap Penyebab Legenda Bulu Tangkis Johan Wahyudi Meninggal, Semasa Hidup Idap Sakit ini

Kala itu, Rajawali adalah klub kondang karena kerap melahirkan talenta muda berprestasi salah satunya Rudy Hartono.

Tahun 1971, Johan dipasangkan dengan Ganda Wijaya untuk mengikuti Wahono Cup.

Meski hanya menjadi runner up, dia berhasil dipanggil untuk berlatih di Pelatnas atau saat itu bernama training centre (TC).

Di Pelantnas inilah karier Johan sebagai atlet badminton mulai menunjukkan kegemilangan.

Berpasangan dengan Tjun Tjun, Johan sukses menaklukkan seniornya Christian Hadinata/Ade Chandra dalam ajang All England tahun 1974 hingga tahun 1975.

Rekomendasi Bakso Kekinian di Sidoarjo, Cobain Bakso Petramakk dengan Varian Kuah BBM

Gagal di tahun 1976, Johan/Tjun Tjun kembali meraih All England tahun 1977 hingga 1980.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved