Ulama Madura Protes Sukmawati

Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Lima Laporan Dilayangkan, Sukmawati Diprotes Ulama Madura

Para ulama tersebut berkumpul di depan DPRD Pamekasan untuk menuntut agar Sukmawati Soekarnoputri bisa ditangkap dan diadili.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Tribunnews dan Kompastv)
Putri proklamator Soekarno, Sukmawati 

Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Lima Laporan Dilayangkan, Sukmawati Diprotes Ulama Madura

TRIBUNMADURA.COM - Pernyataan putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno menuai kecaman, khususnya ulama Madura yang ada di Pamekasan.

Para ulama tersebut berkumpul di depan DPRD Pamekasan untuk menuntut agar Sukmawati Soekarnoputri bisa ditangkap dan diadili.

Pernyataan Sukmawati itu merujuk pada ceramah yang dilakukan Sukmawati, yang mengangkat tentang radikalisme dan terorisme.

Akibat pernyataan Sukmawati yang mebandingkan ayahnya Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW, dianggap oleh ulama di Pamekasan sebagai sebuah penistaan agama.

Meski begitu, Putri proklamator Indonesia Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri membantah dirinya telah menistakan agama Islam.

Diketahui, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke polisi karena membandingkan Al Quran dan Pancasila serta membandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno.

BREAKING NEWS - Ulama di Pamekasan Tuntut Sukmawati Soekarnoputri Ditangkap dan Diadili

Putri Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri dan ratusan massa ulama, ustaz dan santri yang unjuk rasa memprotes pernyataan Sukmawati
Putri Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri dan ratusan massa ulama, ustaz dan santri yang unjuk rasa memprotes pernyataan Sukmawati (Kolase TribunMadura.com (Sumber: Tribunnews dan Kuswanto Ferdian))

Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang diduga menistakan agama itu dilontarkan dalam sebuah diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme".

Menurut Sukmawati Soekarnoputri, pemberitaan yang tersebar di media sosial telah diubah oleh orang tak bertanggung jawab.

"Jadi, setelah ibu perhatikan dan ibu amati, saya merasa sangat dirugikan oleh media online yang mempunyai pemikiran usil, tangan-tangan jahil untuk mengubah kata-kata saya dan diedit," kata Sukmawati dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Senin (18/11/2019).

Tak cuma itu Sekjen PNI Marhaenisme Ibnu Prakoso menjelaskan saat itu Sukmawati Soekarnoputri hanya mengkutip pertanyaan dari perekrut teroris.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved