Usaha Angkringannya Kerap Dikunjungi Pelajar, Pria ini Lancarkan Nafsunya Pada Remaja Sejenis

Enam orang anak berusia dibawah umur diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria pemilik Toko Elektronik 'Nikita' di Pasar Boyolangu

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
devon.gov.uk
Ilustrasi kekerasan seksual 

Usaha Angkringannya Kerap Dikunjungi Pelajar, Pria ini Lancarkan Nafsunya Pada Remaja Sejenis

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Selain memiliki toko elektronik, pria ini juga memiliki usaha sampingan yakni warkop angkringan.

Pria ini ternyata terjerat kasus kekerasan seksual pada anak sejenis.

Tercatat, korbannya berkisar antara 15-17 tahunan.

Enam orang anak berusia dibawah umur diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria pemilik Toko Elektronik 'Nikita' di Pasar Boyolangu, Tulungagung.

Informasinya, pria itu berinisial M (50), warga Desa Bololangu, Kecamatan, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Keenam korban berusia belasan tahun, kisaran 15 - 17 tahun.

Lima orang diantaranya tercatat berstatus pelajar dan satu anak lainnya tidak tercatat sebagai pelajar.

Kabarnya, keenam korban telah mendapat penanganan psikologis dari lembaga perlindungan anak setempat.

Dan, M telah diamankan oleh Anggota Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (22/11/2019) dini hari kemarin.

Dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengaku masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap M dan beberapa saksi.

"Lagi pengembangan. Iya (menangkap). Nanti aja," katanya saat dihubungi TribunMadura.com, Sabtu (23/11/2019).

Menurut keterangan warga yang tinggal tak jauh dari toko M di Desa Boyolangu, Kecamatan, Boyolangu, Tulungagung, M diduga terjerat kasus kekerasan seksual sejenis terhadap anak dibawah umur.

Sedikitnya tercatat, ada enam anak yang menjadi korbannya.

"Sekedar yang kami dengar, ada enam anak. Tapi lebih pastinya polisi saja," ucap warga yang enggan menyebutkan nama.

Kabarnya, M tak cuma menjalankan bisnis toko elektronik semata.

Belakangan diketahui, M juga membuka bisnis sampingan yakni warung kopi (warkop) angkringan di depan toko miliknya.

Namun warkop angkringan tersebut hanya buka melayani pembeli saat malam hari hingga dini hari.

Karena warkop angkringan milik M menyediakan fasilitas wifi gratis, warung tersebut kerap dikunjungi anak-anak untuk sekadar nongkrong.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved