Berita Pamekasan

Polemik Sertifikasi Pra-Nikah, Kemenag Pamekasan Angkat Bicara, Berharap Pemerintah Kaji Ulang

Wacana pemerintah terkait penerapan sertifikasi perkawinan menjadi sorotan di tengah masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura.

Polemik Sertifikasi Pra-Nikah, Kemenag Pamekasan Angkat Bicara, Berharap Pemerintah Kaji Ulang
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ilustrasi buku nikah 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Wacana pemerintah terkait penerapan sertifikasi perkawinan menjadi sorotan di tengah masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dengan adanya wacana itu juga menjadi pro kontra di kalangan anak muda.

Selain rawan menyulitkan, program tersebut dinilai juga terlalu jauh menyentuh ranah privat masyarakat.

Peluncuruan program sertifikat Pra-Nikah itu diwacanakan akan dilaunching tahun 2020

Anissatul, Mahasiswi Perguruan Tinggi di Pamekasan mengatakan, sangat setuju dengan wacana akan diberlakukannya Sertifikasi Pra-nikah tahun 2020.

Menurutnya program tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia untuk menekan tingginya angka percaya.

Selai itu, kata Anissatul, adanya program sertifikasi Pra-Nikah tersebut bisa menjadi bekal pengetahuan sebelum berumah tangga.

"Saya pribadi setuju, asal itu baik, nantinya kan bisa mendapat bimbingan sebelum nikah, sehingga dengan adanya bimbingan itu, kita bisa menciptakan suatu keluarga yang Harmonis," katanya kepada TribunMadura.com, Minggu (1/12/2019).

Sedangkan Diki, Pemuda asal Desa Kolpajung mengaku sangat tidak setuju dengan wacana akan diberlakukannya sertifikasi perkawinan atau pra-nikah tersebut.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved