Minggu, 17 Mei 2026

Berita Sampang

DPRD Sampang Curigai Pengerjaan Proyek yang Menggunakan ADK, Data Hanya Sebagian Diberikan

DPRD Kabupaten Sampang, Madura melakukan pemanggilan terhadap Camat dan sejumlah lurah yang ada di Kota Bahari, Selasa (3/12/2019).

Tayang:
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana pada saat rapat koordinasi di salah satu ruangan Kantor DPRD Sampang, Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan/Kabupaten Sampang, Selasa (3/12/2019) 

DPRD Sampang Curigai Pengerjaan Proyek yang Menggunakan ADK, Data Hanya Sebagian Diberikan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - DPRD Kabupaten Sampang, Madura melakukan pemanggilan terhadap Camat dan sejumlah lurah yang ada di Kota Bahari, Selasa (3/12/2019).

Hal itu dilakukan karena ingin koordinasi terkait pengerjaan proyek yang dilakukan di Kelurahan se Kecamatan Sampang dengan menggunakan Alokasi Dana Kelurahan (ADK) 2019, mencapai Rp. 800 juta.

Dalam pemanggilan yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Sampang tersebut tampak Camat serta Lurah menghadiri diantaranya, Lurah Gunung Sekar, Karang Dalam, Rongtengah, Banyunyar, Dalpenang, dan Polagan.

Tidak hanya itu, pemanggilan juga dilakukan terhadap pihak konsultan dan konsultan pengawas.

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang, Aulia Rahman mengatakan, curiga terhadap pengerjaan proyek dengan ADK di setiap kelurahan.

Pasalnya, saat dirinya meminta kontrak hanya diberikan sebagian datanya.

"Jadi pada keterangan undangan kami meminta kontrak tapi tidak dibawa, kemudian mereka beralasan katanya dibawa Inspektorat," ujarnya.

"Padahal tidak harus yang asli jika ingin diberikan kepada Inspektorat , foto copyannya kan bisa," imbuh dia.

Mengalami hal itu, pihaknya mengaku timbul tanda tanya karena tidak mungkin Inpektorat membawa kontrak tersebut sepenuhnya.

"Misalnya jika itu berupa verifikasi pengawasan, seharusnya diawasi melalui pihak internal kecamatan, jadi biasanya pihak Inspektorat itu datang langsung mengkroscek melihat ke lokasi, bukan malah kontraknya dibawa semuanya seperti itu," ucap aulia dengan nada kesal.

Aulia Rahman menambahkan, bahwa pihaknya kecewa, sebab data yang diminta mulai dari kontrak lokasi begitupun data semuanya tidak ada atau tidak diberikan kepadanya.

"Ini sudah jelas, ini ada apa. Terus yang pihak kelurahan ini longak-longok tidak memiliki data juga," tuturnya.

Merasa curiga dalam pengerjaan proyek tersebut, pihaknya berinisiatif secepatnya akan mengkroscek langsung pengerjaan proyek di setiap Kelurahan itu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved