Berita Pamekasan

Memasuki Musim Penghujan, Dinas Kesehatan Pamekasan Mulai Waspada Penyakit Demam Berdarah Dengue

Memasuki Musim Hujan, Dinas Kesehatan Pamekasan Madura Mulai Waspada Penyakit Demam Berdarah Dengue

Memasuki Musim Penghujan, Dinas Kesehatan Pamekasan Mulai Waspada Penyakit Demam Berdarah Dengue
Tribunstyle.com
Memasuki Musim Hujan, Dinas Kesehatan Pamekasan Madura Mulai Waspada Penyakit Demam Berdarah Dengue akibat Gigitan nyamuk Aedes aegypti 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Menjelang memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Madura meminta masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Zika dan Chikungunya.

Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Mengingat saat ini memasuki musim penghujan. JIka banyak air tergenang tentunya rentan dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

Sekretaris Dinkes Pamekasan, Ali Maksum mengatakan, memasuki musim penghujan ini, pihaknya mulai menerapkan sistem kewaspadaan dan atisipasi dini terhadap berbagai jenis penyakit yang berpotensi menular.

Antisipasi tersebut salah satunya dengan cara menggerakkan seluruh petugas medis di berbagai desa dan kecamatan di Pamekasan.

"Kewaspadaan dini kami terapkan karena mengacu pada prinsip dasar di bidang kedokteran, yakni lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya, kepada TribunMadura.com, Kamis (5/12/2019).

Berdasar data sebelumnya yang dibeberkan oleh Dinkes Pamekasan saat memasuki musim hujan terdapat beberapa jenis penyakit.

Di antaranya Demam Berdarah Deague (DBD) hingga Diare.

Ali Maksum mengungkapkan, penyakit DBD ini terjadi akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

Sedangkan diare menyerang manusia karena pola konsumsi yang kurang sehat.

"Maka dari itu, sejak dini kita mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu mekakukan 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur," ujarnya.

"Sehingga dengan demikian, nyamuk yang kita khawatirkan tidak bisa berkembang biak,” sambung dia.

Lebih lanjut, Ali Maksum mengaku sudah menerapkan upaya sistemik berupa program “G1R1J” atau gerakan satu rumah satu jumantik.

“Kegiatan ini secara rutin digelar kelompok masyarakat, dan Posyandu menjadi salah satu media efektif untuk mensosialisasikan program ini sebagai bentuk pencegahan,” tegasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved