Brimob Tersambar Petir
Polri Berduka, Kesaksian Kapusdik Soal Gunung Ringgit, Hingga Situasi 8 Brimob Tersambar Petir
Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking mengatakan, ada tiga siswa didik Brimob yang gugur dalam pelatihan ini atau Brimob tersambar petir.
Polri Berduka, Kesaksian Kapusdik Soal Gunung Ringgit, Hingga Situasi 8 Brimob Tersambar Petir
TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Gunung Ringgit disebut sudah beberapa kali dipakai untuk latihan.
Hingga akhirnya kejadian nahas 8 anggota Brimob tersambar petir terjadi.
Saat itu, latihan memang sedang usai dan tinggal kembali pulang.
Namun, cuaca yang mendadak berubah hujan dan terdapat petir menewaskan 3 anggota Brimob dan 5 anggota luka-luka.
Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking mengatakan, seluruh keluarga besar Polri sedang berduka bukan hanya Brimob saja.
Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking mengatakan, ada tiga siswa didik Brimob yang gugur dalam pelatihan ini atau Brimob tersambar petir.
Menurut Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking, saat latihan, memang ada perubahan cuaca di Gunung Ringgit, Kabupaten Pasuruan.
Ia menyebut, perubahan cuaca di Gunung Ringgit sangat mendadak, hingga akhirnya turun hujan lebat.
"Meninggalnya memang karena tersambar petir," ucap Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking, Senin (16/12/2019).
"Itu saat sedang tidak ada aktivitas di sana," sambung dia.
Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking menerangkan, ada 750 personel yang sedang melakukan aktivitas di sana.
Kata Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking, mereka sedang melakukan agenda latihan siswa Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangpes) Brimob.
Ada delapan siswa yang menjadi korban sambaran petir ini atau kasus Brimob tersambar petir.
Lima di antaranya selamat, tapi mengalami luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-gunung-ringgit-dan-sambaran-petir.jpg)