Gara-gara Bus Sriwijaya Kecelakaan, Fitri Harus Menikah Dengan Kekasihnya di Depan Jenazah Ayahnya
Gara-gara Bus Sriwijaya Kecelakaan, Fitri Rahmani Harus Menikah Dengan Kekasihnya di Depan Jenazah Ayahnya
gara-gara Bus Sriwijaya kecelakaan, Dwi Fitri Rahmani harus menikah dengan kekasihnya di depan jenazah ayahnya
TRIBUNMADURA.COM - Kecelakaan maut Bus Sriwijaya membuat hari bahagia yang semestinya dirasakan Dwi Fitri Rahmani berubah menjadi duka nestapa.
Air mata terus mengalir dari kelopak matan dan menetes ke pipinya. Matanya sembab.
Pasalnya, momentum sakral pernikahan dengan orang yang dicintai dan seharusnya membahagiakan, justru dipenuhi rasa duka nestapa.
Fitri Dwi Rahmani merupakan putri dari Warsono, korban kecelakaan Bus Sriwijaya yang merenggut sekitar 31 nyawa penumpangnya.
Rabu 25 Desember 2019, Fitri terpaksa menikah di hadapan jenazah ayahnya.
• Selamat dari Kecelakaan Bus Sriwijaya, Nenek dan Cucunya 9 Tahun Ucapkan Terima Kasih ke Batang Kayu
• Kisah Ferri Afrizal Sopir Maut Bus Sriwijaya, Angka 4 menjadi Pertanda sebelum Laka Terjun ke Jurang
• Pembunuh Pemandu Lagu Cantik di Ngawi Dilakukan Profesional, Jejaknya Rapi & Hanya Tinggalkan BB ini
Prosesi akad nikah Fitri dan suami digelar di kediaman mereka, Dusun 1 Perajen RT 1, Mariana, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Di dekat kedua mempelai, jenazah Warsono dibaringkan.
Bersama sang kekasih, yakni Rahmad Kasmantri, Fitri mengucap janji pernikahan dihadapan jenazah ayahnya.
Kesedihan dan isak tangis pun tak hanya dialami Fitri.
Namun, keluarga Almarhum, keluarga besar, kerabat dan tamu undangan pun, terlihat sesekali-kali mengusap air mata.
Saat ditemui awak media, Fitri tak kuasa menjawab pertanyaan wartawan.
Ia hanya diam menahan kesedihan.
"Nanti Pak, kami sedang ada musibah," ungkap sang keluarga kepada awak media singkat.
Sama halnya juga dengan pengantin pria enggan berkomnetar.
Ketika ditemui di rumah duka, di Dusun 1 Perajen RT 1, Mariana, Banyuasin, orangtua mempelai laki-laki, yakni Kasim yang menikahkan anak lelakinya, mengatakan, alhamdulilah akad nikah ini berjalan dengan lancar dan akan melangsungkan pernikahan pada, Minggu (29/12/2019).
" Namun terpaksa kita percepat hari ini.
Karena kondisi sepertinya ini, suasana kita sedang berduka.
Ini permintaan dari keluarga Fitri," ungkapnya, ketika ditemui Sriwijaya Post ( Grup Tribunmadura.com ).
• Korban Tewas Kecelakaan Bus Sriwijaya Terus Bertambah, Update Terbaru Jumlahnya Tembus 34 Penumpang
• Tewaskan 28 Penumpang, Inilah 9 Fakta Kecelakaan Bus Sriwijaya Masuk Jurang: Dimulai Insiden Aneh
Lanjutnya, saat akad nikah dilangsungkan tadi pagi, resepsi akad nikah disaksikan langsung oleh almarhum Warsono dan cucuknya yang juga meninggal dunia, yakni Akbar.
"Jadi almarhum ini pergi ke kota Bengkulu ini hendak menjemput sang cucunya (M akbar-red), untuk menyaksikan pernikahan tante ini," ungkapnya kembali.
Di tempat yang sama kades setempat, Anhar membenarkan bahwa adanya warganya yang meninggal dunia sebanyak 5 orang yakni, Warsono (62), M Akbar (13), Selvi Nurpel (16), Aulu Azmi (15), dan Amelia (13).
"Benar ada 5 orang warga kita yang meninggal dunia dalam kecelakan bus di Pagar Alam.
Dan hari ini direncanakan akan dikebumikan di pemakamam desa Perajen Kecamatan Banyuasin," ungkapnya.
Sambung Anhar, pemakaman ini akan dilakukan secara kolektif di tempat yang sama di satu tempat.
"Semuanya korban masih ada kaitan keluarga dan semuanya sekolah di pesantren di Bengkulu," tutupnya.
Sedangkan Fahrul, warga setempat mengenal sosok Alhmarhum Warsono, merupakan sosok yang baik di mata warga sekitar.
"Orang ramah pak dan baik. Dengan warga disini murah senyum, dan mudah bergaul. Tak menyangka ada musibah ini.
Kami doakan almarhum mendapatkan temui mulia, amien, amien," singkat Fahrul.
• Keenakan Menjabat, Inilah 13 Kabupaten/Kota di Jatim Berpotensi Terus Dibelit Jerat Politik Dinasti
• Mau Liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Kota Batu, Inilah Jalur Alternatif agar Tak Terjebak Macet
• Lagi Hamil Tujuh Bulan, Wanita Madura Disiksa Suami dan Anak Setiap Hari hingga Buta dan Tewas

Berikut update terakhir korban tewas Kecelakaan maut Bus Sriwijaya berjumlah 31 orang :
1. Rizki saputra, Laki-laki, Pergito Muaraenim
2. Sonia, (P) 17 tahun, Pergito Muaraenim
3. Kelvin Andeka (L) Dusun Kepayang Bengkulu
4. Okti Karusniati (P) 35 th, Jl Kuala Lempung Ratu Agung Bengkulu
5. Fadhil (L) 10 th, Dusun Marya Mula Pondok Kuba Bengkulu Tengah
6. Rahmat Hidayat (L) Ds Air Kelinsar Empat Lawang
7. Farel (L) Desa Kepayang
8. Feryi Aprizal (L) 34 th, Perumahan Yasera Damai sako Kenten Palembang
9. Blm diketahui identisas
10. Nanik (P) Ulu Musi Empat lawang
11. Ulul (P) Banyuasin
12. Yasiroh (P) Ponpes Bengkulu
13. Ayu Intan Sekarwati (P) 9 th Ramanjaya Muko-muko Bengkulu
14. Melia Sapira (P) Palembang, Ponpes Bengkulu
15. Efran Fadilah Akbar (L), Kepayang, Bengkulu
16. M Akbar Prabowo (L) 13 th, Prajen Bayuasin
17. Metriani Andeka (P) 43 th Dusun Kepayang Bengkulu
18. Ali Jaya (L) Gandaria Bengkulu
19. Ilyas( L ) Demang Lebar Daun Palembang
20. Jimmi Yuda Sanjaya (L) 23 th, Empat Lawang
21. Identitas blm diketahui
22. Warsono ( L) Kec maryana, Banyuasin
23. Imron (L) Engano Bengkulu.
24. Rosita 50 th (P) Jl Sriwijaya Sidorejo Pasar Muaraenim
25. Feri 48 th, Laki-laki, Belakang Pondok kec Ratu Samban Bengkulu
26. Dwi Sunarto 56 th ( L ), Ds Bukit Kec. Semidang Bengkulu Tengah.
27. Raihan Gani (L) umur 5 th, ank dari No 10 (Nanik) alamat ulu musi
28. Raisa (P) 5 th, Palembang
29. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi
30. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi
31. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi
Artikel ini telah tayang di Tribun style.com dengan judul Tangis Fitri Pecah, Harus Menikah di Depan Jenazah Ayah yang Meninggal di Kecelakaan Bus Sriwijaya