Berita Batu
Tak Digaji Lima Bulan, Karyawan Panderman Hills Kota Batu Segel Kantor sebagai Tanda Protesnya
Para karyawan Panderman Hills perwakilan Kota Batu protes karena tidak digaji selama lima bulan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Para karyawan Panderman Hills perwakilan Kota Batu protes karena tidak digaji selama lima bulan
TRIBUNMADURA.COM, BATU - Puluhan karyawan PT Sarana Graha Sejahtera (SGS) Panderman Hills menyegel kantor developer properti Panderman Hills perwakilan Kota Batu, Jumat (27/12/2019).
Mereka melakukan aksi penyegelan Panderman Hills Kota Batu sebagai bentuk protes karena tidak digaji selama lima bulan belakangan.
Penyegelan dilakukan dengan memasang palang berupa kayu di pintu kantor Panderman Hills Kota Batu.
• Panglima TNI Dibikin Terkejut dan Ngakak, Saat Prajurit TNI Ditanya Alasan Jadi TNI, Begini Kisahnya
• Wakapolres Pamekasan Gelar Sidak ke Sejumlah Gereja, Pastikan Kesiapan Anggotanya Jelang Tahun Baru
• Asyik Nonton Orkes Dangdut, Warga Sumenep Kehilangan Motor Honda Beat, Pencurinya Masih Muda
Pendemo juga membawa sejumlah spanduk berisikan tuntutan dan seruan agar gaji para karyawan segera dibayarkan.
Para karyawan mengaku mendapat gaji per bulan sebanyak Rp 2.5 juta.
Selama tidak menerima gaji, para karyawan mengandalkan pendapatan dari pekerjaan sampingan.
Perwakilan karyawan Panderman Hills Kota Batu, Achmad Riono menjelaskan, pihaknya tidak menuntut lebih melainkan hanya hak gaji yang dibayarkan.
“Tidak lain adalah upah. Kami sudah lima bulan tidak diupah," kata dia.
• Viral di Facebook, Pengendara Honda Vario Asyik Melintas di Jalan Tol, Aksinya Dihentikan Polisi
• Pakai Google Maps, Pengemudi Honda Vario Malah Nyasar Lewat Jalan Tol, Aksinya Viral di Facebook
"Bahkan kami tidak menuntut lebih kecuali upah yang normatif,” sambungnya.
Riono mengatakan, pihaknya sudah melapor ke DPRD Kota Batu dan Dinas Pelayanan Modal Pelayanan Satu Pindu dan Tenaga (DPMPTSP) Kerja Kota Batu.
Namun, kata dia, hingga saat ini tidak ada respon yang memuaskan bagi karyawan.
“Bahkan ditangani pengawas Jatim. Namun, belum ada realisasi sampai saat ini,” keluh Riono.
Selama ini, kata Riono, karyawan yang mengadu tidak mendapatkan kepastian.
• Libur Natal dan Tahun Baru Tiba, Suroboyo Bus Jadi Magnet Warga untuk Keliling Kota Surabaya
• Mobil Calya Milik Dokter Kediri Rusak Parah setelah Dihantam KA Brantas, Begini Nasib Pengemudinya
Pasalnya, manajemen yang ada di Kota Batu merupakan kantor perwakilan saja yang tidak bisa memberikan keputusan.
Riono mengaku juga tidak tahu alasan kenapa gaji mereka tidak dibayarkan selama lima bulan belakangan ini.
“Yang jelas, keputusan dari Jakarta. Kami berusaha bagaimana caranya Jakarta bisa hadir untuk menangani karyawan," ungkap dia.
"Lima bulan berjalan kami boleh dikatakan sangat kelaparan. Kami pinjam dari warung ke warung untuk menopang hidup," jelasnya.
"Upah yang kami andalkan nanti juga untuk bayar utang,” paparnya.
• Polisi Siap Tilang Pengendara yang Konvoi dan Tidak Tertib di Jalanan Surabaya saat Malam Tahun Baru
Selama ini, karyawan yang berdemo masih bekerja seperti biasa.
Meskipun diakui Riono, pekerjaan yang selama ini dilakukan tidak semaksimal saat tidak ada tunggakan gaji.
“Kami tetap aktivitas sebagai bentuk loyalitas kami. Walaupun kerjaan kami tidak optimal, tapi tetap ada bekerja,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu, Purtomo mengatakan, PT SGS Panderman Hill sering melakukan keterlambatan pembayaran gaji karyawan.
“Panderman Hill di Kota Batu saat ini sedang masa pembekuan sampai akhirnya ada pelunasan gaji," jelasnya.
• Antisipasi Penumpukan Kendaraan, Polisi Lakukan Penyekatan di Sejumlah Titik Jalanan Kota Surabaya
Kabid Hubungan Industri DPMPTSP Kota Batu, Bambang Supriyanto menjelaskan, permasalahan tersebut ditangani oleh Dewan Pengawas Jatim.
Kata dia, tinggal menunggu hasil rekomendasi pengawas Jatim saja untuk melakukan eksekusi.
"Laporan terkait belum dibayarnya puluhan karyawan PT SGS Panderman Hill Batu sudah masuk beberapa waktu yang lalu," ungkap dia.
"Kami sudah serahkan ke Dewan Pengawas Provinsi dan tinggal menunggu hasil," katanya. (Benn Indo)
• Makan Konate Ikut Turnamen Tarkam di Tuban, Aremania Sebut Aksi Pemain Arema FC Itu Memalukan