Breaking News:

Warga Sumenep Tak Bisa Berlayar

Pulang dari Malaysia Karena Anaknya Meninggal, TKI Sumenep Seminggu Tertahan di Pelabuhan Kalianget

Pulang dari Malaysia karena anaknya meninggal dunia, TKI Sumenep ini malah seminggu tertahan di Pelabuhan Kalianget Madura

TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Warga kepulauan calon penumpang kapal yang tertahan di ruang tunggu Pelindo III Kalianget Sumenep, karena kapal tak berani berlayar akibat cuaca buruk tampak sedang tiduran, Selasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ratusan warga kepulauan yang tertahan akibat cuaca buruk di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura harus bersabar.

Pasalnya, sampai saat ini, Kapal KMP Dharma Bahari Sumekar 1 Surabaya yang biasa mengangkut para penumpang masih bersandar. Kapal tujuan Pulau Kangean masih belum berani berlayar akibat kondisi cuaca yang masih belum bersahabat.

Ratusan penumpang asal wilayah kepulauan di Sumenep ini sudah tertahan di Pelabuhan Kalianget sejak Hari Kamis (2/1/2020) hingga hari ini, Selasa (7/1/2020).

Selama rentang waktu tersebut, sambil terus menunggu kapal bisa berlayar, warga terpaksa tidur di pelabuhan.

Namun, ada juga sebagian yang menggunakan jasa penginapan dengan tarif Rp 50 - 100 ribu per hari.

Bagi warga yang hemat biaya atau kurang mampu memilih tidur di ruang tunggu Pelindo III Kalianget dan sebagian di kapal.

BREAKING NEWS - Ratusan Warga Sumenep Masih Tertahan di Pelabuhan Kalianget & Nginap di Ruang Tunggu

Sudah menjadi Soulmate, Pria Tulungagung ini Malah Menusuk Teman Akrab dari Belakang karena Nafsu

Cuaca Buruk di Laut Penyebab Kapal Rute Pelabuhan Kalianget - Pulau Kangean Sumenep Tak Beroperasi

Mereka sudah banyak memgeluarkan uang dan sebagian dari mereka mengaku sudah kehabisan uang untuk dimakan. Sehingga terpaksa makan seadanya, karena bekal sudah menipis dan mau habis.

Aminuddin, salah satu penumpang asal Desa Angun-Angun, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean mengaku sudah satu minggu ada di Pelabuhan Kalianget.

"Semingguan sudah saya di sini, banyak mengeluarkan uang. Saya sewa kamar untuk istirahat Rp 50 ribu perhari," ujarnya, kepada Tribunmadura.com.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved