Warga Sumenep Tak Bisa Berlayar
Pulang dari Malaysia Karena Anaknya Meninggal, TKI Sumenep Seminggu Tertahan di Pelabuhan Kalianget
Pulang dari Malaysia karena anaknya meninggal dunia, TKI Sumenep ini malah seminggu tertahan di Pelabuhan Kalianget Madura
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Mujib Anwar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ratusan warga kepulauan yang tertahan akibat cuaca buruk di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura harus bersabar.
Pasalnya, sampai saat ini, Kapal KMP Dharma Bahari Sumekar 1 Surabaya yang biasa mengangkut para penumpang masih bersandar. Kapal tujuan Pulau Kangean masih belum berani berlayar akibat kondisi cuaca yang masih belum bersahabat.
Ratusan penumpang asal wilayah kepulauan di Sumenep ini sudah tertahan di Pelabuhan Kalianget sejak Hari Kamis (2/1/2020) hingga hari ini, Selasa (7/1/2020).
Selama rentang waktu tersebut, sambil terus menunggu kapal bisa berlayar, warga terpaksa tidur di pelabuhan.
Namun, ada juga sebagian yang menggunakan jasa penginapan dengan tarif Rp 50 - 100 ribu per hari.
Bagi warga yang hemat biaya atau kurang mampu memilih tidur di ruang tunggu Pelindo III Kalianget dan sebagian di kapal.
• BREAKING NEWS - Ratusan Warga Sumenep Masih Tertahan di Pelabuhan Kalianget & Nginap di Ruang Tunggu
• Sudah menjadi Soulmate, Pria Tulungagung ini Malah Menusuk Teman Akrab dari Belakang karena Nafsu
• Cuaca Buruk di Laut Penyebab Kapal Rute Pelabuhan Kalianget - Pulau Kangean Sumenep Tak Beroperasi
Mereka sudah banyak memgeluarkan uang dan sebagian dari mereka mengaku sudah kehabisan uang untuk dimakan. Sehingga terpaksa makan seadanya, karena bekal sudah menipis dan mau habis.
Aminuddin, salah satu penumpang asal Desa Angun-Angun, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean mengaku sudah satu minggu ada di Pelabuhan Kalianget.
"Semingguan sudah saya di sini, banyak mengeluarkan uang. Saya sewa kamar untuk istirahat Rp 50 ribu perhari," ujarnya, kepada Tribunmadura.com.
Pria yang berusia 45 tahun ini bercerita, jika pulang dari Malaysia demi segera pulang ke kampung halamanya untuk selamatan anak pertamanya yang meninggal dunia.
"Anak saya meninggal pada 26 Desember 2019 lalu, saya dihubungi keluarga untuk segera pulang dari Malaysia," ceritanya dengan raut muka sedih.
Aminuddin mengaku khawatir kapal tujuan Pulau Kangean masih lama akan berlayar.
Namun dirinya mengaku mendapat informasi, bahwa kapal akan berangkat besok, Rabu (8/1/2020).
"Saya berharap segera ada kapal untuk pulang," harapnya.
Data yang masuk ke Dinas Sosial Sumenep, sebanyak 105 penumpang tertahan. Namun semakin hari informasi di pelabuhan, para penumpang semakin bertambah.