Berita Surabaya

Hasil Jualannya Tak Cukup Penuhi Kebutuhan, Penjual Nasi Goreng Nyambi dengan Merambah Bisnis Sabu

Penjual nasi goreng itu kemudian berbisnis sabu, namun justru berakhir di meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya.

Hasil Jualannya Tak Cukup Penuhi Kebutuhan, Penjual Nasi Goreng Nyambi dengan Merambah Bisnis Sabu
shutterstock via theconversation.com
ilustrasi - Hasil Jualannya Tak Cukup Penuhi Kebutuhan, Penjual Nasi Goreng Nyambi dengan Merambah Bisnis Sabu 

Penjual nasi goreng itu kemudian berbisnis sabu, namun justru berakhir di meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang pemuda asal Jalan Kupang Gunung, Kota Surabaya, bernama Muhammad Maarif nekat berbisnis sabu.

Bisnis sabu itu mulai dilakukan Muhammad Maarif setelah merasa hasil jualan nasi goreng tidak cukup untuk memenuhi hidupnya.

Namun, bisnis sabunya itu justru mengantarkannya ke meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya.

Hal yang Wajib Diperhatikan Peserta Tes SKD CPNS 2019, Mulai Jam Kedatangan hingga Barang Bawaan

Kisah Lulusan Sarjana Hukum Terjerat Kasus hingga Naik ke Meja Hijau, Diam Membisu saat Ditanyai JPU

Ketahuan Sudah Beristri, Pria ini Ditinggal Pergi Kekasih, Sakit Hati Lalu Viralkan Video Dewasanya

Dalam dakwaan JPU Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Adhiem Widigdo dijelaskan, selain membeli, terdakwa juga menjual sabu.

Kejadian  itu bermula pada 15 Oktober 2019 silam.

Dia menelpon rekannya Rio Wijaya (DPO) untuk memesan sabu seharga Rp 500 ribu. 

Rio kemuidna mengantarkan barang pesanan sabu itu dengan cara dilempar ke pintu depan rumah terdakwa.

Pada hari yang sama, terdakwa menjual nasi goreng dan menjual sabu tersebut kepada Rido (DPO).

Ia memberikan satu plastik klip berisi jenis sabu dengan harga Rp 150.000 ribu dengan cara bertemu di Jalan Simorukun. 

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved