Berita Surabaya

Hanya Pakai Popok, Balita Surabaya ini Diikat Ayah Kandungnya di Gubuk Tua Sendirian

Hanya Pakai Popok, Balita Surabaya ini Diikat Ayah Kandungnya di Gubuk Tua Sendirian

Hanya Pakai Popok, Balita Surabaya ini Diikat Ayah Kandungnya di Gubuk Tua Sendirian
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Terdakwa Widodo si ayah mengikat anak balitanya di gubuk tua setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (28/1/2020). 

Hanya Pakai Popok, Balita Surabaya ini Diikat Ayah Kandungnya di Gubuk Tua Sendirian

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kasus ayah mengikat anak balitanya di Surabaya dengan di sebuah gubuk tua memasuki babak baru.

Ini setelah jaksa menuntut hukuman penjara selama 12 bulan atas perbuatan keji terdakwa Widodo Adi Sutarganto yang tega mengikat anaknya yang masih balita di gubuk tua tersebut. 

"Menuntut terdakwa selama satu tahun penjara. Terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 10 Juta subsider tiga bulan," tegas JPU Harwiadi, saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (28/1/2020). 

Menanggapi tuntutan itu, terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk meringankan hukumannya.

Dia menyesali perbuatannya yang telah mengikat anaknya yang masih balita di gubuk tua dan berjanji tidak mengulanginya lagi. 

Hakim pun menasehati Widodo bahwa perbuatannya itu tak patut dicontoh.

"Bapak ini kepala rumah tangga, seharusnya memberi kasih sayang kepada anaknya. Bukan malah diikat," kata hakim Mashuri. 

Terdakwa hanya mengangguk saat dinasehati.

Setelah mendapat nasehat dari majelis hakim, terdakwa Widodo Adi Sutarganto dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan atas perbuatannya yang mengikat balitanya sendiri di gubuk tua.

Tak hanya hukuman badan ia juga didenda sebesar Rp 10 juta. 

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved