Breaking News:

Berita Sampang

Perahu Nelayan di Sampang Banyak Tenggelam, Dishub Ajukan Navigasi Apung untuk Dipasang di Perairan

Dinas Perhubungan Sampang mencatat adanya sejumlah perahu nelayan yang tenggelam karena menabrak karang.

Dok Dinas Perhubungan Sampang
Perahu milik nelayan yang tenggelam wilayah perairan Desa Dharma, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. 

Dinas Perhubungan Sampang mencatat adanya sejumlah perahu nelayan yang tenggelam karena menabrak karang.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Perhubungan Sampang melakukan pengajuan navigasi apung untuk dipasang di perairan laut Kabupaten Sampang.

Pengajuan navigasi apung itu dilakukan setelah Dinas Perhubungan Sampang mencatat banyaknya perahu nelayan yang tenggelam.

Kepala Seksi Penunjang Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan Sampang, Yusuf Parman mengatakan, sejak dulu navigasi apung di perairan Kabupaten Sampang memang tidak ada.

Link Download Drama Korea Crash Landing on You Episode 1 - 16, Lengkap dengan Bahasa Indonesia

Jalan Raya Keramat Sampang akan Direkayasa, Minimalisir Kemacetan Depan RSUD Mohammad Zyn Sampang

BREAKING NEWS - Nenek Madura Diduga Dianiaya Keluarganya, Kasus Berawal dari Masalah Sepele

Perahu milik nelayan yang tenggelam wilayah perairan Desa Dharma, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.
Perahu milik nelayan yang tenggelam wilayah perairan Desa Dharma, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. (Dok Dinas Perhubungan Sampang)

Menurut Yusuf Parman, banyak perahu nelayan di perairan laut Kabupaten Sampang yang tenggelam karena menabrak karang.

Ia menyebut, kasus itu terjadi di wilayah perairan Desa Dharma, Kecamatan Camplong, beberapa hari yang lalu.

"Tentu merugikan nelayan, karena alur pelayaran kapalnya itu dari dulu belum ada sama sekali alat navigasi apung ini," katanya.

Sebagai langkah awal, pihaknya menggunakan pancong dari bambu sebagai navigasi untuk mengatasi hal tersebut.

Namun, pancong itu dinilai tidak lah maksimal, apalagi ketika malam.

"Kalau pakai pancong kalau malam tidak kelihatan oleh para nelayan karena tidak ada lampu," ucap Yusuf Parman.

Sehingga pihaknya akan mengajukan kepada Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya.

"Secepatnya kami akan melakukan pengajuan dan mudah-mudahan cepat ditanggapi oleh Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya," pungkasnya.

Akhir Kisah Pilu Keluarga di Lampung setelah Ayah Perkosa Anak Kandung, Pelaku Sempat Menghilang

Alasan Stadion Supriyadi Dipilih Jadi Venue Semi Final Piala Gubernur Jatim Persebaya Vs Arema FC

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved