Warga Geruduk Kejari Sampang

Warga Sampang Ingin Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Segera Ditangani, Terungkap Fakta Terbaru

Pasalnya, sejak pelaporan yang dilayangkan terhadap Kejari Sampang terhitung sudah satu tahun lebih, namun kasus tidak ada kejelasan lebih lanjut.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Demonstran saat menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Negeri Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan/Kabupaten Sampang, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Para demonstran dari Masyarakat Desa Sokobanah Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang, Madura tuntut Kejaksaan Negeri Sampang agar cepat selesaikan dugaan kasus korupsi di desanya.

Pasalnya, sejak pelaporan yang dilayangkan terhadap Kejari Sampang terhitung sudah satu tahun lebih, namun kasus tidak ada kejelasan lebih lanjut.

Koordinasi aksi, Siti Farida mengatakan, penanganan kasus korupsi dana desa ini sudah berjalan satu tahun lebih 15 hari.

Namun, hingga saat ini masih belum ada tindak lanjut artinya masih stagnan di tahap penyelidikan.

"Padahal Kejari Sampang sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi untuk penyelidikan kasus ini," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (24/2/2020).

Dijelaskan, bahwa Kejari Sampang sudah memanggil 19 saksi, serta juga mendatangkan sembilan orang tim ahli dari kampus ternama di Jawa Timur yaitu Institut Sepuluh November Surabaya.

"Tapi meskipun sudah mendatangkan tim ahli dari Kampus Sepuluh November Surabaya hingga satu tahun lebih belum ada kejelasan," tuturnya.

Sehingga pihaknya menduga Ada pelemahan hukum didalam Institusi Kejaksaan Negeri Sampang.

"Kami menduga Kejaksaan Sampang ada main mata dengan oknum terkait, Karena Sampai saat ini tidak ada perkembangan yang berarti, termsuk hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Ahli," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved