Breaking News:

Curiganya Polisi Tahu Pria Blitar Datangi Pasar Hewan Malam Hari, Terjawab Saat Ditanyai & Digeledah

Tak menyangka kalau gerak-geriknya diawasi petugas, Ifan A (19), pemuda Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari Blitar,dengan santai masuk pasar hewan.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Sudarma Adi
shutterstock.com.
ilustrasi narkoba 

Curiganya Polisi Tahu Pria Blitar Datangi Pasar Hewan Malam Hari, Terjawab Saat Ditanyai & Digeledah

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Tak menyangka kalau gerak-geriknya diawasi petugas, Ifan A (19), pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari Blitar ini, dengan santainya masuk ke pasar hewan.

Rupanya, ia hendak melakukan transaksi pil dobel L.

Namun, karena pembelinya tak juga datang, petugas mulai khawatir kalau ia pergi.

Akhirnya, di saat menunggu pembeli di pasar hewan, yang berada di Lingkungan Tangil, Kelurahan/Kecamatan Wlingi, ia disergap petugas, Senin (2/3) malam.

Merebak Virus Corona, Masker di Sejumlah Apotek Blitar Sudah Langka Akhir Januari, Batasi Pembelian

Pengendara Motor Kawasaki Ninja di Blitar Kehilangan Nyawa, Tabrak Truk setelah Hindari Lubang Jalan

Pria Blitar Mondar-mandir di Tepi Jalan, Ditanyai Polisi Malah Tunjuk Kantor Pemkab, Pil Jadi Bukti

Karuan, ia tak bisa kabur karena berada tengah pasar, yang kondisinya malam itu cukup sepi dan lampunya remang-remang.

"Kami amankan dua paket pil dengan masing-masing paket berisi 11 butir. Sedang uangnya, Rp 50.000, yang hasil dari menjual pil sebanyak 22 butir. Jadi sebelum kami amankan, ia sudah bertransaksi dengan pembeli lainnya," kata Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi.

Menurutnya, ia pendatang baru karena baru tiga bulan, melakukan jual beli pil dobel L.

Ia mengaku mendapat barang dari Niko E (22), warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari.

Akhirnya, malam itu juga, Niko diamankan di rumahnya, dengan barang bukti (BB) sebanyak 22 butir. Itu ditemukan di meja rias, yang ada di kamar rumahnya.

"Harga kulakan, dari Niko Rp 20.000 per 11 butir dan dijual kembali oleh Ifan Rp 25.000. Ia hanya dapat untung Rp 5.000 per paket," paparnya.

Menurutnya, penangkapan Ifan bermula dari petugas mencurigai gelagap pelaku. Sebab, malam hari atau sekitar pukul 22.00 WIB, apalagi sedang gerimis, petugas melihat ada pengendara sepeda motor masuk ke dalam lokasi pasar hewan.

"Karena mencurigakan, petugas menanyainya, kemudian digeledah. Dan, ditemukan barang," pungkas Didik.

Penulis : Imam Taufik

Editor : Sudarma Adi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved