Breaking News:

Kasus Beras Oplosan BPNT

Polres Sumenep Bungkam Soal Pemeriksaan Tersangka Kasus Oplosan Beras Bantuan Pangan Non Tunai

Polres Sumenep menggerebek gudang oplosan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kamis (27/2/2020) lalu.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi saat menjelaskan, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep menggerebek gudang oplosan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kamis (27/2/2020) lalu.

Beras oplosan itu diproduksi oleh UD Yudha Tama ART di Jalan Merpati, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

UD Yudha Tama ART sudah berdiri sejak tahun 2018 lalu.

Kasus gudang oplosan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih berlanjut,

Namun, Polres Sumenep masih bungkam soal status tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga sedang mengoplos beras berlabel Bulog dengan beras petani lokal.

Penyidik Polres Sumenep belum menyebutkan tersangkanya, Minggu (8/3/2020).

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin saat di TKP sudah menyebutkan, jika sudah ada sejumlah saksi telah diperiksa dan termasuk pemilik gudang (UD Yudha Tama ART Affan Group) yang berinisial L dan I.

Beras yang sudah di oplos itu, polisi menyebutkan untuk kebutuhan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dipesan agen di wilayah Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.

Sudah ada 10 ton beras yang dijadikan barang bukti (BB) dan disita untuk kelengkapan berkas perkara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved