Berita Tulungagung

Gadis 14 Tahun Dirudapaksa Pria Asal Malang, Pelaku Ngaku Cabuli Melati 3 Kali di Dalam Kamar Kos

Galuh Candra melakukan aksi pencabulan terhadap seorang remaja putri berusia 14 tahun dengan nama samaran Melati.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPP) meringkus seorang pria bernama Galuh Candra. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Anggota Unit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) meringkus seorang pria bernama Galuh Candra.

Penangkapan dilakukan setelah pria berusia 19 tahun itu melakukan aksi pencabulan terhadap seorang remaja putri berusia 14 tahun dengan nama samaran Melati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, Galuh Candra adalah seorang kuli bangunan yang berasal dari Desa Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengungkapkan, perbuatan tidak senonoh itu dilakukan Galuh Candra pada 24 Januari 2020 dini hari.

Saat itu korban bersama temannya yang bernama RN tengah mencari malam di seorang penjual nasi goreng, di wilayah Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Jengkel Tahu Istri Sering Diganggu Orang, Pria Ini Ancam Penggal Kepala Kades Pakai Pisau Kukri

Makna Terselubung Tulisan Tangan Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Soroti Air Mata Frustasi Mendalam

Lukisan Realis Yayak Yatmaka Buat Khofifah Rindu Gus Dur

"Saat itu penjual nasi goreng itu, korban bertemu dengan tersangka. Saat itu tersangka juga bersama salah satu temannya bernama Andik," terang AKBP Eva Guna Pandia, Senin (9/3/2020).

Ternyata antara RN dan Andik sudah sama-sama kenal. Andik minta RN ke kosnya, dengan alasan akan curhat masalah pacarnya.

Melati yang bersama RN akhirnya ikut ke rumah kos Andik, disertai Galuh Candra.

Di rumah kos itu, RN mengajak Andik berbincang, sementara Galuh Candra mengajak Melati ke kamarnya.

"Di kamar itulah terjadi pemaksaan. Korban sempat melakukan perlawanan, tapi dia kalah kuat," sambung AKBP Eva Guna Pandia .

Galuh Candra melakukan rudapaksa tiga kali kepada Melati.

Usai kejadian itu Melati menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.

Ibu melati kemudian membuat laporan ke Polres Tulunagung, pada 28 Januari 2020.

Berbekal laporan itu polisi melakukan penyelidikan, dan mencari keberadaan Galuh Candra.

Akhirnya pemuda dengan lengan penuh tato ini berhasil ditangkap pekan lalu dan menjalani proses hukum.

"Kami jerat tersangka dengan Undang-undang perlindungan anak, karena korbannya masih di bawah umur. Ancamannya penjara selama 15 tahun," tegas AKBP Eva Guna Pandia .

Hobi Tenggak Sabu 10 Kali Selama 8 Bulan Buat Dongkrak Stamina, Pria Asal Tuban Dikeler Paksa Polisi

Tanggapan Mario Gomez soal Arema FC yang Dipermalukan Persib Bandung di Hadapan Ribuan Aremania

Wajib Pajak di Sampang Belum Semuanya Lapor SPT, Berikut Denda Bagi yang Telat Melapor

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved