Berita Jakarta

Makna Terselubung Tulisan Tangan Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Soroti Air Mata 'Frustasi Mendalam'

Psikolog Poppy Amalya mengungkap makna terselubung dari tulisan tangan siswi SMP yang nekat membunuh bocah 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Editor: Elma Gloria Stevani
Instagram.com/@poppyamalya
Hubungan film dan gambar milik siswi yang bunuh bocah 6 tahun 

TRIBUNMADURA.COM, JAKARTA - Psikolog Poppy Amalya mengungkap makna terselubung dari tulisan tangan siswi SMP yang nekat membunuh bocah 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Aksi yang dilakukan siswi SMP membunuh bocah 5 tahun ini rupanya menarik perhatian psikolog Poppy Amalia.

Melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (7/3/2020), Poppy Amalya mengaku, prihatin dengan kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur ini.

Psikolog Poppy Amalya pun lantas menganalisa tulisan tangan yang ada di buku catatan pelaku yang kini dijadikan barang bukti pihak kepolisan.

Tulisan tangan yang dianalisa mulai dari makna terselubung ekspresi wajah yang ada pada gambar, keterkaitan film yang pelaku tonton dengan gambar yang ia lukis, hingga pemilihan kalimat pelaku untuk mengungkapkan perasaannya di status media sosial.

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Seperti yang diketahui, kasus siswi SMP yang membunuh anak kecil tengah membuat gempar masyarakat.

Siswi sekolah menengah pertama dengan berinisial NF yang masih berusia 15 tahun tega membunuh bocah berusia 6 tahun dengan inisial APA.

Bocah malang tersebut menjadi korban pembunuhan oleh NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Awalnya, pada Kamis 5 Maret 2020 sore, APA tak kunjung pulang ke rumah yang membuat orang tuanya khawatir.

Keluarga APA awalnya sempat mengira kalau korban diculik dan melapor ke Ketua RT setempat.

Kemudian hari berikutnya, Jumat 6 Maret 2020, NF melaporkan dirinya sendiri ke polisi dan mengaku telah membunuh APA.

Padahal malam sebelumnya, usai membunuh korban, NF kemudian menyimpan mayat bocah itu di dalam lemarinya semalaman.

Ia bahkan tidur dengan mayat itu tanpa diketahui oleh orangtuanya.

Baru keesokan harinya saat hendak sekolah, NF pergi ke kantor polisi untuk mengakui perbuatannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved