Minggu, 10 Mei 2026

Warga Terlanjur Robohkan Masjid Ternyata Proposal Pembangunan Tak Disetujui

Niat tulus merenovasi tempat ibadah justru berakhir pilu ketika Masjid Al Huda terlanjur dirobohkan

Tayang:
Editor: Taufiq Rochman
Istimewa/Dokumen Warga
RATA DENGAN TANAH - Pembongkaran masjid Al Huda Padukuhan Gari, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, beberapa waktu lalu 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Al Huda Gari, Gunungkidul terlanjur dirobohkan akibat kesalahpahaman janji bantuan renovasi yang ternyata tidak pernah disetujui calon donatur.
  • Warga membongkar masjid secara gotong royong setelah diyakinkan bahwa syarat pencairan dana adalah lahan kosong, dengan estimasi pembangunan Rp 1,8 miliar.
  • Harapan kembali muncul, donatur lain menyatakan siap membantu dan pembangunan ulang masjid kini mulai dilakukan.

TRIBUNMADURA.COM - Sebuah kesalahpahaman sempat membawa duka bagi warga Kalurahan Gari, Gunungkidul.

Niat tulus merenovasi tempat ibadah justru berakhir pilu ketika Masjid Al Huda terlanjur dirobohkan berdasarkan janji bantuan yang nyatanya tidak pernah disetujui oleh donatur yang dimaksud.

Lahan yang biasanya dipenuhi suara doa pun mendadak sunyi karena bangunan telah rata dengan tanah.

Meski sempat mengalami masa sulit, asa warga kembali membumbung tinggi.

Keajaiban hadir melalui sosok donatur lain yang kini resmi menyatakan kesiapannya untuk membiayai kembali pembangunan masjid tersebut.

Semangat gotong royong warga kini kembali membara demi melihat Masjid Al Huda berdiri tegak lagi di tanah mereka.

Baca juga: Jamaah Masjid Al-Ashar Sampang Ditemukan Meninggal Jelang Salat Magrib

Masjid Al Huda merupakan masjid satu-satunya untuk warga Padukuhan Gari.

Ketua Pembangunan Masjid Al Huda Gari, Budi Antoro mengatakan, peristiwa ini bermula saat warga merencanakan renovasi masjid karena dalam beberapa waktu terakhir tidak mampu menampung jemaah yang jumlahnya 320 KK dengan 850 jiwa.

Kemudian ada dua orang warga menyebut bahwa akan ada donatur yang bersedia mendanai pembangunan masjid.

Mereka juga dikenal memiliki akses ke yayasan yang disebut-sebut menjadi bakal calon donatur itu.

"Ada akses bantuan pembangunan masjid yang mana 99,9 persen dana pembangunan akan ditanggung oleh sebuah yayasan dan instansi penegak hukum," kata Budi ditemui wartawan Senin (5/1/2026).

Budi mengatakan, pada bulan November 2025 lalu, kedua warga tersebut masih meyakinkan takmir dan panitia terkait dukungan donatur tersebut.

"Keduanya minta RAB, kami susun RAB dan dilampirkan gambar masjid yang akan dibangun dengan nilai sekitar Rp 1,8 miliar," kata dia.

Syarat Lahan Kosong, Warga Bongkar Masjid

Budi mengatakan, berdasarkan keterangan dari dua warga itu, syarat untuk mencairkan anggaran harus lahan kosong.

Akhirnya, warga bergotong royong membongkar masjid selama 2 hari pada November 2025 lalu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved