Breaking News:

Berita Bangkalan

Tak Perlu Khawatir, Pasien Batuk dan Sesak Napas di RSUD Syamrabu Bangkalan Negatif Corona

Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Syamrabu Bangkalan menerima pasien menderita batuk dan sesak dari Puskesmas Kamal, Jumat (13/3/2020) siang.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Ketua Tim Satgas Corona RSUD Syamrabu, Dr Catur Budi di Ruang Lobby RSUD Syamrabu, Jumat (13/3/2020) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Syamrabu Bangkalan menerima pasien yang menderita batuk dan sesak napas dari Puskesmas Kamal, Jumat (13/3/2020) siang.

Pak N, begitulah pihak rumah sakit menyebut, berusia 70 tahun dan baru pulang umrah. Ia tiba di Puskesmas Kamal pada Kamis (12/3/2020) malam.

"Siang tadi, kami ditelepon Puskesmas Kamal tentang pasien datang tadi malam dari umrah, gejala batuk dan sesak," ungkap Ketua Tim Satgas Corona RSUD Syamrabu, Dr Catur Budi, Jumat malam.

Download Lagu MP3 Ardhito Pramono - Bitterlove, Lengkap dengan Lirik dan Cara Downloadnya

Jadwal Acara Trans TV RCTI GTV SCTV Indosiar Sabtu 14 Maret 2020, Ada Film Resident Evil: Afterlife

TERPOPULER BOLA: Joko Susilo Optimistis Persik Bawa Pulang 3 Poin hingga Da Silva Gagal Penalti

Kedatangan Pak N selepas umrah ternyata membuat masyarakat Bangkalan resah. Setelah beredar video petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

"Petugas IRD pakai APD untuk mengurangi keteledoran. Sehingga tidak berimbas ke masyarakat," jelas dokter spesialis paru itu.

Dr Catur Budir memaparkan, Pak N saat ini berstatus Pasien Dalam Pengawasan.

Hal itu menjadi lumrah karena semua pasien yang dianggap pulang dari luar negeri patut dicurigai.

Oleh karena itu, pihak RSUD Syamrabu memanggil pihak keluarga untuk menganalisa riwayat medisnya.

"Ternyata Pak N punya riwayat sesak. Ia pernah ke poli paru di sini dan RS Anna Medika," paparnya.

Hasil melegakan pihak RSUD Syamrabu Bangkalan setelah mengetahui hasil foto rontgen dan hasil laboratorium.

Hasil foto rontgen, dijelaskan Dr Catur Budi memang terdapat infeksi paru. Sedangkan hasil laboratorium mengarah ke infeksi bakterial.

BERITA TERPOPULER MADURA HARI INI: Polisi Tembak Sindikat Narkoba hingga Ibu Rumah Tangga Jual Sabu

Polrestabes Surabaya Tembak Mati Sindikat Narkoba Asal Bangkalan, Terbukti Selundupkan 2 Kg Sabu

Pria Asal Malang Tewas Gantung Diri di Sebuah Gubuk Sawah, Polisi Selidiki Penyebab, Terungkap 1 Hal

"Kalau virus corona atau Covid-19 itu, infeksi karena virus bukan disebabkan bakteri," jelasnya.

Kedati demikian, Pak N tetap dalam pengawasan ketat pihak RSUD Syamrabu Bangkalan. Setidaknya hingga 14 hari ke depan. Sesuai masa inkubasi Covid-19.

RSUD Syamrabu Bangkalan telah menyiapkan ruang isolatir yang dilengkapi dengan kebutuhan obat-obatan dan para medis.

"Posisi pasien ada di sini, di ruang rawat inap. Kami dengan tenang merawatnya. Kami berikan antibiotik. Saya periksa sendiri, kondisi stabil dan bagus," tutur Dr Catur Budi.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena memang Covid-19 ini bisa disembuhkan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved