Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Tetap Dibuka untuk Umum di Tengah Antisipasi Virus Corona

Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Kota Surabaya dipastikan tetap dibuka untuk umum di tengah antisipasi virus corona.

KOMPAS.com/Silvita Agmasari
Gapura kawasan makam Sunan Ampel, Surabaya - Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Dipastikan Tetap Dibuka untuk Umum di Tengah Antisipasi Virus Corona 

Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Kota Surabaya dipastikan tetap dibuka untuk umum di tengah antisipasi virus corona

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pengurus Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Kota Surabaya, memastikan tidak akan menutup kawasan wisata religi itu.

Pengurus Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel menyebut, belum memiliki opsi melakukan penutupan Sunan Ampel di tengah antisipasi virus corona.

Hanya saja, antisipasi dan kewaspadaan penyebaran virus corona kian ditingkatkan di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel tersebut.

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Polres Sumenep Bagikan Brosur di Tempat Pelayanan Publik

Kawasan Museum Trowulan Ditutup untuk Umum selama Dua Pekan, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Dinas Pendidikan Umumkan Seluruh Sekolah di Kota Surabaya Diliburkan Selama Enam Hari

"Wisata religi Ampel tetap dibuka," kata Khodim Masjid Agung Sunan Ampel, Mochammad Fuad Nadjib saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2020).

Menurutnya, hal itu telah berdasarkan hasil rapat dan keputusan pimpinan tertinggi Masjid Agung Sunan Ampel, KH Mohammad Azmi.

Ia menyebut, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum keputusan itu diambil.

Menurut dia, salah satunya pihak pengurus tidak ingin terjadi kepanikan dan kecemasan di tengah masyarakat, terutama di Kota Surabaya.

Selain itu, kata dia, belum ada keputusan resmi dari pemerintah untuk melakukan lockdown.

Dia mengungkapkan, sehingga beberapa langkah antisipasi dilakukan pihaknya.

Seperti menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa titik.

Selain itu, beberapa fasilitas juga dilakukan perbaikan seperti halnya tempat minum air yang selama ini banyak dimanfaatkan oleh para peziarah dan dipercaya memiliki banyak keistimewaan.

"Dulu kalau minum air diciduk, sekarang kan sudah di model seperti kran, supaya tangan orang tidak langsung nyampur dengan air," ungkapnya.

VIRAL Video Muazin Menahan Tangis Lantunkan Azan Agar Tak Berjamaah di Masjid: Salatlah di Rumahmu

Pemerintah Indonesia Nyatakan Wabah Virus Corona sebagai Bencana Nasional: Lockdown Bukan Pilihan

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved