Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Madura

Apakah Virus Corona China Berasal dari Kelelawar? Begini Penjelasan Dokter Andre, Spesialis Paru

Apakah Virus Corona China Berasal dari Kelelawar? Begini Penjelasan Dokter Andre, Spesialis Paru

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani
Dok. Shutterstock
Ilustrasi kelelawar buah. 

"Karena dia ini bermutasi, makanya dia bisa menginveksi manusia. Pada yang sekarang ini berbeda, dia bisa hidup di manusia dan bisa menularkan dari manusia ke manusia. Jadi awalnya dari hewan ke manusia," jelasnya.

Dari semua inu katanya, untuk menyamakan persepsi dalam menyebut virus tersebut. Spesialis paru ini menceritakan jika di 2019 lalu virus ini disebut nCoV.

"Dan sekarang ini tidak dipakai, kita memakainya SARS-CoV 2. Jadi biar kita sama - sama update, kita memakainya SARS-CoV 2," katanya.

Untuk yang virusnya pada 2019 lalu, disebut nCoV Diease dan yang sekarang Covid-19.

"Kita bilangnya Covid-19, kita sudah sepakat se dunia. Bahwa istilah itu harus satu kata dalam artian menyebut penderita," katanya.

dr. Andre Dwi Wahyudi mengatakan, bagi tahapan pasien ini dibagi lima tahapan diantaranya yang pertama orang sehat dengan faktor resiko.

Pihaknya mencontohkan, misalkan ada orang datang dari Jakarta ke Sumenep seminggu yang lalu dan orang tersebut tidak batuk, tidak pilek dan tidak demam tapi dari Jakarta dengan daerah yang sekarang terpapar virus corona.

"Tetap kita bilang orang itu sehat, tapi dengan faktor resiko," katanya.

Untuk yang kedua katanya, disebut Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP ini artinya orang dengan keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, demam, tapi belum sesak dari foto rontgen (ronsen) masih bersih dalam artian tidak ada gambaran pneumonia pada paru - paru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved