Wabah Virus Corona

Asal Mula Virus Corona yang Jadi Wabah Global, Kaitannya dengan Kelelawar Diungkap Dokter Spesialis

Virus corona diyakini berasal dari pasar makanan laut di Kota Wuhan, China, yang memperdagangkan hewan-hewan ilegal seperti kelelawar.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Youtube/Gweilo 60
ilustrasi - Asal Mula Virus Corona yang Jadi Wabah Global, Kaitannya dengan Kelelawar Diungkap Dokter Spesialis 

Virus corona diyakini berasal dari pasar makanan laut di Kota Wuhan, China, yang memperdagangkan hewan-hewan ilegal seperti kelelawar

TRIBUNMADURA.COM - Virus corona kini menjadi mimpi buruk bagi warga Indonesia.

Virus corona yang pertama kali dilaporkan di China itu telah menyebar ke sejumlah daerah di Tanah Air.

Dilansir TribunMadura.com dari Kompas.com, hingga Selasa (17/3/2020), ada 172 warga Indonesia yang terinfeksi virus corona.

Apakah Virus Corona China Berasal dari Kelelawar? Begini Penjelasan Dokter Andre, Spesialis Paru

Racikan Jamu Resep Leluhur Madura ini Dipercaya Bisa Menangkal Virus Corona, Simak Cara Membuatnya

Penemu Virus Corona Pernah Tulis Puisi, Aku Tak Ingin Jadi Pahlawan, Viral Kalimat Terakhirnya

Lantas, dari mana sebenarnya awal mula virus corona?

Melansir dari Wired.co.uk pada Rabu (18/3/2020), virus corona diyakini berasal dari pasar makanan laut di Kota Wuhan, China.

Pasar Wuhan itu disebut menjadi tempat hewan liar, termasuk marmut, burung, kelinci, kelelawar dan ular, diperdagangkan secara ilegal.

Virus corona diketahui dapat berpindah dari hewan ke manusia.

Dengan fakta itu, orang pertama yang terinfeksi virus corona diyakini melakukan kontak dengan hewan-hewan liar tersebut.

Tim ahli virologi di Wuhan Institute for Virology merilis sebuah makalah terperinci.

Dalam makalah itu, menunjukkan bahwa susunan genetik virus corona yang baru adalah 96 persen identik dengan virus corona yang ditemukan pada kelelawar.

Alasan Indonesia Tak Lockdown Nasional dan Pilih Social Distancing, Singgung Aktivitas Ekonomi

Inilah Perbedaan Social Distancing dengan Lockdown yang Digunakan Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sementara itu, sebuah penelitian yang belum dipublikasikan berpendapat bahwa urutan genetik virus corona pada trenggiling hampir 99 persen mirip dengan virus pada manusia.

Akan tetapi, beberapa kasus awal virus corona tampaknya telah menularkan orang-orang yang tidak memiliki kaitan dengan pasar Wuhan sama sekali.

Kasus itu menunjukkan bahwa rute awal infeksi manusia mungkin terjadi sebelum kasus-kasus pasar diprioritaskan.

Pasar Wuhan ditutup untuk inspeksi dan pembersihan pada 1 Januari.

Tetapi pada saat itu, Covid-19 sudah mulai menyebar ke luar pasar itu sendiri.

Pada 21 Januari, kantor WHO mengatakan penyakit itu juga ditularkan di antara manusia.

Sosok Viral Dokter Handoko Gunawan di Tengah Wabah Virus Corona, Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

BERITA TERPOPULER MADURA: Kabar Pasien Terduga Virus Corona hingga Penunjukan RSUD Pamekasan

Virus corona adalah kelompok besar virus yang diketahui menginfeksi manusia dan hewan.

Pada manusia, virus corona menyebabkan penyakit pernapasan, mulai dari flu biasa hingga infeksi yang jauh lebih serius.

Kasus epidemi virus corona yang paling terkenal adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (Sars).

SARS pertama kali terdeteksi di China selatan pada tahun 2002.

Penyakit itu kemudian berlanjut ke 26 negara dan mengakibatkan lebih dari 8.000 kasus dan 774 kematian.

Penularan virus corona dari hewan juga dibenarkan oleh dokter spesialis paru RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, dr Andre Dwi Wahyudi.

dr Andre Dwi Wahyudi mengatakan, virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia.

Menurut dia, virus corona umumnya berasal dari hewan, termasuk kelelawar.

"Virus corona itu sebenarnya virusnya tidak ada di manusia," kata dr Andre Dwi Wahyudi dalam press conference di Aula RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep pada hari Selasa (17/3/2020).

"Akan tetapi normalnya ada di hewan," sambung dia.

Virus corona, kata dr Andre Dwi Wahyudi, yakni ada di kelelawar atau mamalia.

Ia menjelaskan, virus corona bisa menginfeksi manusia lantaran telah bermutasi.

"Karena dia ini bermutasi, makanya dia bisa menginfeksi manusia," ungkap dia.

"Pada yang sekarang ini berbeda, dia bisa hidup di manusia dan bisa menularkan dari manusia ke manusia," sambung dia.

"Jadi awalnya dari hewan ke manusia," jelasnya.

Spesialis paru ini menceritakan jika pada 2019 lalu virus corona ini disebut nCoV.

"Dan sekarang ini tidak dipakai, kita memakainya SARS-CoV 2," kata dia.

"Jadi biar kita sama - sama update, kita memakainya SARS-CoV 2," tambahnya.

Untuk yang virusnya pada 2019 lalu, disebut nCoV Diease dan yang sekarang Covid-19.

"Kita bilangnya Covid-19, kita sudah sepakat se dunia. Bahwa istilah itu harus satu kata dalam artian menyebut penderita," katanya.

dr Andre Dwi Wahyudi mengatakan, bagi tahapan pasien ini dibagi lima tahapan diantaranya yang pertama orang sehat dengan faktor resiko.

Pihaknya mencontohkan, misalkan ada orang datang dari Jakarta ke Kabupaten Sumenep seminggu yang lalu.

Maka rang tersebut tidak batuk, tidak pilek, dan tidak demam.

Tapi, dari Jakarta dengan daerah yang sekarang terpapar virus corona.

"Tetap kita bilang orang itu sehat, tapi dengan faktor resiko," katanya.

Untuk yang kedua katanya, disebut Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP ini artinya orang dengan keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, demam.

Tapi, kata dia, ODP belum sesak dari foto rontgen (ronsen) masih bersih dalam artian tidak ada gambaran pneumonia pada paru-paru.

"Jadi kita menyebutnya ODP," katanya.

Untuk yang ke tiga, katanya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

PDP ini gejalanya sama dengan pasien ODP, tapi dibuktikan hasil dari foto ronsen dan foto ronsennya ada gambaran keradangan paru-paru.

"Ini masuk dalam kategori ke tiga, yakni PDP," katanya.

Sementara yang kelima, yaitu pasien yang probable.

Pasien ini mengeluarkan gejala seperti PDP dan sudah dilakukan pemerisaan swep tenggorokan diperkirakan hasilnya positif dan ini bukan Covid-19, tapi corona-corona yang lain.

"Jadi corona ini ada familinya dan khusus yang saat ini namanya Covid-19," katanya.

Untuk yang ke lima katanya, masuk dalam kasus terkonfirmasi. Kasus dimaksud yang saat ini, yaitu Covid-19.

"Dalam artian dia memang positif, memang Covid-19," terangnya.

Sinopsis Drama Korea Find Me in Your Memory Pemeran Kim Dong Wook & Moon Ga Young, Tayang Malam ini

Beredar Kabar di WhatsApp RSUD Pamekasan Rawat Pasien Positif Virus Corona, Rumah Sakit Membantah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved