Virus Corona di Indonesia

Tipe dan Jenis Golongan Darah yang Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona

Studi dari China mengungkap, mereka yang memiliki golongan darah A cenderung lebih rentan terjangkit virus tersebut.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMADURA.COM -  Sejak kasus virus corona pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China akhir tahu lalu, para peneliti terus melakukan penelitian terhadap virus corona atau COVID-19.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, virus corona atau COVID-19 ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi global.

Beberapa kelompok orang lebih rentan tertular virus corona.

Seperti mereka yang berusia lanjut, kaum pria, atau mereka yang merokok.

Dan terbaru, studi dari China mengungkap, mereka yang memiliki golongan darah A cenderung lebih rentan terjangkit virus tersebut.

Di sisi lain, mereka yang memiliki golongan darah O lebih resisten atau punya daya tahan tubuh lebih baik.

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, studi awal mengamati kelompok golongan darah pasien yang tertular virus corona.

Studi yang dipimpin Wang Xinghuan dari Centre for Evidence-Based and Translational Medicine di Zhongnan Hospital of Wuhan University mengamati pola golongan darah lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi di Wuhan dan Shenzhen.

 

Peneliti China; Studi Kasus, Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

Studi di China Sebut Orang dengan Golongan Darah O Lebih Kebal Terhadap Virus Corona

Pemohon KTP, Akta Kelahiran dan KK di Mall Pelayanan Publik Pamekasan Tak Terpengaruh Isu Corona

Para peneliti menemukan, pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi lebih tinggi dan mengembangkan gejala yang lebih parah.

Dari 206 pasien yang diperiksa, 85 orang memiliki golongan darah A, 63 persen lebih banyak dari 52 orang dengan golongan darah O yang terinfeksi virus corona.

"Orang-orang golongan darah A perlu memperkuat perlindungan pribadi untuk mengurangi kemungkinan infeksi," tulis peneliti.

Mereka menambahkan, pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 dengan golongan darah A perlu menerima pengawasan yang lebih ketat dan perawatan yang jauh lebih intensif.

"Orang yang mempunyai golongan darah O berisiko lebih rendah secara signifikan untuk penyakit menular dibandingkan orang dengan golongan darah non-O," tulis studi tersebut.

Berdasarkan penelitian di US National Center for Biotechnology Information (NCBI), golongan darah O paling umum di India (37,12 persen), diikuti B (32,26 persen), A (22,88 persen).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved