Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur
3,88 Juta Tenaga Kerja Terdampak Covid-19, Pemprov Jatim Baru Siapkan Rp 264 Miliar
Pemprov Jatim melakukan pemetaan identifikasi terhadap masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat adanya wabah virus corona atau Covid-19.
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan pemetaan identifikasi terhadap masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat adanya wabah virus corona atau Covid-19.
Dari data yang dipaparkan Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga sebagai Ketua Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkan ada 3,88 juta tenaga kerja yang terdampak akibat adanya Covid-19 dari empat sektor yaitu perdagangan, pengolahan, transportasi, serta akomodasi makanan dan minuman.
• Gubernur Khofifah Tunggu Arahan Presiden Soal Karantina Wilayah, Berikut Sebaran Zona Merah di Jatim
• Pasien Positif Corona di Pamekasan yang Meninggal Anak Perempuan Berusia 11 Tahun dan Disertai DBD
• Update Virus Corona Jatim: 91 Positif, 16 Sembuh, 366 PDP, 5.812 ODP, 8 Meninggal
"Angka ini ada yang sudah tercover BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tapi ada juga yang belum," ujar Emil Dardak, Senin (30/3/2020).
Emil mengatakan Pemprov Jatim akan mematangkan paket kebijakan terhadap yang belum tercover sembari mengkoordinasikan angka tersebut dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga sedang membedah angka pekerja yang terdampak dari sektor formal dan informal, usaha mandiri, dan yang bekerja untuk orang lain.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, saat ini dana yang sudah pasti untuk menanggulangi Covid-19 baru Rp 264 miliar.
• Jenazah PDP Corona di Gowa Sulit Dimakamkan, Warga Menolak & Mengusir Ambulans, Begini Nasibnya Kini
• Satu Pasien Positif Covid-19 di Pamekasan Meninggal, Jadi Kasus Pertama di Madura
Alokasi anggaran tersebut masih membutuhkan tambahan yang lebih besar lagi untuk dapat melakukan berbagai program penanggulangan Covid-19 mulai dari social safety net, cash for work (padat karya tunai) maupun intervensi terhadap pelaku UMKM yang terdampak.
“Sekarang, konsolidasi datanya sedang dilakukan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendeteksi keluarga rentan, hampir miskin atau yang sudah miskin. Kordinasi kita dengan BPS dan Dinas Sosial,” ucap Khofifah Indar Parawansa.