Berita Tulungagung

Tukang Servis Ponsel Merangkap Jadi Pengedar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Tempat Tak Terduga

Tukang servis ponsel di Kabupaten Tulungagung ditangkap polisi karena mengedarkan narkotika jenis sabu.

oceanrecoverycentre
ilustrasi - Tukang Servis Ponsel Merangkap Kerja Jadi Pengedar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Tempat Tak Terduga 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Bambang Susilo (39), warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, ditangkap anggota Satreskoba Polres Tulungagung, Senin (30/3/2020) malam.

Tukang servis telepon seluler ( ponsel ) ini ditangkap karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu.

Dari tersangka, polisi menyita sabu dua paket, masing-masing 0,08 gram dan 0,38 gram, yang disembunyikan di sela-sela alat servis ponsel.

Kios Ponsel di Surabaya Diobok-Obok Komplotan Maling, Uang Rp 21 Juta dan Sejumlah Smartphone Raib

Dua Hari Tak Keluar Rumah, Pria Sidoarjo Ditemukan Sudah Tewas Membusuk dengan Perut Membesar

Nasib Buruh Pabrik di Surabaya 10 Tahun Bergelut dengan Pil Koplo, Ditangkap setelah Antar Barang

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari mengungkapkan, penangkakan Bambang bermula dari aduan warga.

“Kami menindaklajuti informasi, bahwa ada peredaran sabu-sabu di desa tempat tinggal tersangka ini,” terang Anwari, Rabu (1/4/2020).

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, semua petunjuk mengarah kepada Bambang.

Dia diketahui seorang residivis dan bebas pada tahun 2015 silam.

Akhirnya polisi melakukan penggerebakn pada Senin malam di rumahnya.

“Saat itu tersangka mengelak, tapi akhirnya petugas bisa mendapatkan barang bukti," kata dia.

"Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya,” sambung Anwari.

Penumpang Terminal Patria dan Stasiun Blitar dari Luar Kota Diperiksa Kesehatannya di Posko Terpadu

Sejak Lama Ingin Punya Motor, Remaja di Surabaya Curi Honda Mega Pro, Ketahuan saat ke Tukang Kunci

Kepada penyidik, Bambang mengaku mendapatkan sabu dari K, seorang warga Tulungagung.

Narkotika berbentuk kristal ini dibeli seharga Rp 1.000.000 per 0,5 gram.

Bambang mengemas ulang menjadi paket hemat seharga Rp 200.000 per paket.

“Hasil tes urine tersangka positif mengonsumsi sabu-sabu," ungkap Anwari.

"Jadi dugaan penyidik, selain berjualan dia juga pecandu sabu-sabu,” tambah dia.

Bambang juga mengaku, mengonsumsi sabu-sabu untuk menjaga stamina selama bekerja.

Kini , polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap para pihak yang bertransaksi dengan Bambang. (David Yohanes)

Aksi Nekat Pemilik Bengkel Las di Blitar, Tusuk Pesut Tetangga Pakai Besi Karena Masalah Listrik

Wanita Blitar Diciduk Polisi Bersama Teman Dekat Perempuannya, Ketagihan Edarkan Sabu Demi Hal ini

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved