Breaking News:

Virus Corona di Malang

Tak Pakai Disinfektan yang Mengandung Klorin, Bilik Sterilisasi Corona ala Pemkot Malang Jalan Terus

Pemerintah Kota Malang tetap menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Humas Pemkot Malang
Bilik Sico buatan Universitas Brawijaya yang dipesan oleh Pemkot Malang untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang tetap menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, cairan yang digunakan di dalam bilik sterilisasi tidak mengandung klorin sebagai bahan disinfektan.

Dari 16.600 Rapid Test yang Dibagikan, Baru 6.623 Digunakan, Khofifah Minta Segera Dituntaskan

Sempat Ngeyel, Pedagang Pasar Kapasan Akhirnya Turuti Anjuran Karantina untuk Mencegah Virus Corona

Positif Covid-19 di Situbondo Bertambah 2 Orang, Satu di Antaranya Klaster Asrama Haji Surabaya

Bilik sterilisasi memakai sabun antiseptik yang dinilai aman bagi manusia.

“Kita ndak boleh latah ya. Sico (sikat corona) atau pun penyemprotan yang dipakai itu sudah sesuai dengan standar dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujar Sutiaji, Senin (6/4/2020).

Menurut dia, penyemprotan yang dilarang adalah disinfektasi benda mati kepada manusia.

Sementara, bilik sterilisasi milik Pemkot Malang menggunakan antiseptik.

“Kami pakai sabun itu juga karena ada antiseptiknya,” ucapnya.

Sutiaji pun mengimbau masyarakat yang membuat bilik sterilisasi secara mandiri mengikuti pedoman Dinas Kesehatan.

Agar, tidak ada masalah kesehatan lain yang timbul seperti kanker maupun gangguan pernapasan.

Tiga Warga Ponorogo Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Menghadiri Acara di Surabaya

Ormas di Sampang Diimbau Memberikan Masker Berbahan Kain Katun kepada Masyarakat

Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Kota Batu Bertambah Satu Orang, Terdeteksi Ada Gejala Pneumonia

“Maka kami imbau masyarakat yang mandiri ini perlu diperhatikan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/III/375/2020 tentang Penggunaan Bilik Desinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19.

Surat yang dikeluarkan pada 3 April 2020 itu menyebut penggunaan bilik disinfeksi di pemukiman maupun tempat dan fasilitas umum tidak direkomendasikan.

Menurut WHO, paparan disinfektan secara langsung ke tubuh secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan.

Selain itu, penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved