Breaking News:

Dapat Tawaran Bebas dari Penjara, Pria ini Justru Menolak dan Betah di Penjara, ada Alasan Pilu

Kendati demikian, ternyata tak semua napi ingin bebas dari penjara, seperti misal Ambo (43 tahun), warga binaan lapas kelas 2 A Samarinda.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: Shutterstock dan TribunKaltim)
Ambo (43 tahun), warga binaan lapas kelas 2 A Samarinda, mengaku betah di penjara 

TRIBUNMADURA.COM - Demi mencegah penularan virus corona yang lebih masif, pemerintah memberikan program asimilasi untuk narapidana.

Pengurangan narapidana di dalam penjara disebut-sebut cukup bisa mengurangi dampak Covid-19.

Banyak narapidana yang menyambut gembira program ini.

Namun, ada juga yang enggan menerima program ini dan lebih memilih untuk menjalani sisa masa tahanannya.

Pencegahan dan antisipasi dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona atau corona virus disease (Covid-19) telah dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai cara.

Salah satunya yaitu memberlakukan program asimilasi bagi narapidana tindak pidana umum yaitu pembebasan bersyarat bagi napi tersebut.

Satu Warga Kabupaten Mojokerto Positif Virus Corona, Padahal Tiap Hari Beraktivitas di Rumah

Download Lagu MP3 Aisyah Istri Rasulullah Versi Denny Caknan, Lengkap Lirik dan Video Cover Lainnya

Program asimilasi yang diberlakukan saat ini tentu saja merupakan kabar yang membahagiakan bagi banyak narapidana yang memenuhi syarat.

Kendati demikian, ternyata tak semua napi ingin bebas dari penjara, seperti misal Ambo (43 tahun), warga binaan lapas kelas 2 A Samarinda.

Dirinya memilih untuk tak menerima pembebasan bersyarat lantaran sudah merasa betah di penjara.

Ambo (43) mendekam terkait kasus narkoba, dengan vonis 4,5 tahun menolak asimilasi karena sudah betah tinggal di Rutan dan telah banyak memiliki teman serta banyak hal positif yang bisa dilakukannnya di dalam Rutan., Sabtu (11/4/2020)
Ambo (43) mendekam terkait kasus narkoba, dengan vonis 4,5 tahun menolak asimilasi karena sudah betah tinggal di Rutan dan telah banyak memiliki teman serta banyak hal positif yang bisa dilakukannnya di dalam Rutan., Sabtu (11/4/2020) (TribunKaltim.Co/Budi Dwi Prasetiyo)

Narapidana kasus narkoba yang telah menjalani 2,5 tahun masa pidana dari 4,5 tahun vonis itu menilai jika penjara lebih membuatnya nyaman karena di luar dirinya tak punya keluarga di Samarinda.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved