Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Lurah Bugih Pamekasan Pasang Banner Larangan Masuk bagi Tukang Tagih Utang Selama Pandemi Covid-19

Lurah Bugih, Achmad Syaiful Azzam, mengatakan pemasangan banner itu berdasarkan kesepakatan bersama warga serta alasan yang pasti.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Banner yang dipasang di Jalan Dirgahayu Pamekasan, Madura, Rabu (15/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan memasang banner bertuliskan tukang tagih kredit dan tukang tagih utang dilarang masuk di kawasan lurah setempat, Rabu (15/4/2020).

Lurah Bugih, Achmad Syaiful Azzam, mengatakan pemasangan banner itu berdasarkan kesepakatan bersama warga serta alasan yang pasti.

Sebab, mengacu pada kebijakan Presiden Joko Widodo tentang larangan perbankan menagih utang kepada nasabah menggunakan debt collector selama pandemi virus corona berlangsung.

Detik-detik Kerumunan Pengunjung Warkop Mendadak Buyar, Petugas Medis Ungkap 2 Warga Positif Corona

Kode Rahasia Ayah Tiri di Surabaya Ngajak Gadis 17 Tahun Berhubungan Badan, Ayo Gawe Dalane Bayi

Muncikari Tawarkan 600 PSK, Gunakan Facebook dan WhatsApp, Pengusaha hingga Pejabat Jadi Pelanggan

Banner yang dipasang di Jalan Dirgahayu Pamekasan, Madura, Rabu (15/4/2020).
Banner yang dipasang di Jalan Dirgahayu Pamekasan, Madura, Rabu (15/4/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

“Hasil koordinasi kami dengan RT karena warga tau dengan adanya wabah pandemi Covid-19 ini kalau sesuai instruksi presiden tanggungan atau angsuran ditangguhkan dulu selama adanya wabah ini,” katanya.

Dia juga mengutarakan, warga yang ada di kawasan Kelurahan Bugih ini ingin hidup sehat badan dan pikiran di tengah adanya Covid-19 di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa ditengah wabah Covid-19 ini masyarakat butuh ketenangan.

“Yang membuat resah lagi debt collector yang asal main rampas, seperti itu ceritanya, apalagi sudah kita dihimbau untuk dirumah saja,” tandasnya.

Berdasarkan Pantauan TribunMadura.com, banner ukuran kurang lebih 1 meter persegi di salah satu gang di jalan Dirgahayu tersebut bertuliskan Kawasan Steril Corona, Tukang Tagih Kredit dan Tukang Tagih Hutang Dilarang Masuk, Kami ingin Hidup Sehat Badan dan Pikiran. Banner tersebut tertanda Lurah Bugih.

Tarif 600 PSK Layani Pria Hidung Belang via Prostitusi Online di Berbagai Kota Lebih dari Rp 10 Juta

UPDATE CORONA di Sampang Rabu 15 April 2020, Jumlah ODR Capai 13.337 Orang & ODP Sebanyak 320 Orang

Pasangan Bukan Suami Istri Ketahuan Nginap Berduaan di Ruko Kota Kediri, Ngakunya akan Menikah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved