Breaking News:

Praktik Prostitusi Online di Surabaya

Tarif 600 PSK Layani Pria Hidung Belang via Prostitusi Online di Berbagai Kota Lebih dari Rp 10 Juta

Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga muncikari Lisa Semampow (48), Kusmanto (39) dan Dewi Kumala (44).

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDDIN
Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga mucikari berinisial K (39), DK (44), dan LS (48), di Surabaya, Jawa Timur. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga muncikari Lisa Semampow (48) warga Sidoarjo, Kusmanto (39) warga Semarang dan Dewi Kumala (44) warga Wiyung, di Surabaya, Jawa Timur.

Praktik prostitusi terbongkar setelah petugas melakukan undercover buy untuk memastikan praktik tersebut.

Dari hasil penyelidikan polisi, ada 600 wanita yang dijual tiga muncikari itu ke para pria hidung belang.

Itu terlihat dari 600 foto wanita yang menjadi anak buah para muncikari tersimpan di ponsel milik mereka bertiga.

1 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjung Sampang Positif Covid-19, Rantis Water Cannon Dikerahkan

Pasangan Bukan Suami Istri Ketahuan Nginap Berduaan di Ruko Kota Kediri, Ngakunya akan Menikah

Cara Cek Sebaran Virus Corona Secara Real Time via Radar Covid-19 Jawa Timur, Buka Link di Sini!

Selain ketiganya, polisi juga meneriksa saksi korban yang ditemukan dalam proses penggerebekan di salah satu hotel berbintang lima di wilayah Surabaya Selatan, Senin (24/2/2020) lalu.

Saat itu polisi menangkap Kusmanto dan Dewi Kumala setelah mengamankan dua saksi korban yang tengah layani pria hidung belang.

Selanjutnya polisi juga membongkar praktik prostitusi online yang dikendalikan Lisa Semampouw setelah mendapat keterangan para saksi.

"Jadi pengembangan yang beda jaringan. Kami mendapatkan informasi itu untuk kemudian menindak lanjuti. Hasilnya benar ada seorang muncikari yang mengendalikan transaksi jasa seks tersebut di Surabaya,"kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto, Rabu (15/4/2020).

Pendalaman polisi, para korban yang juga pekerja seks komersial itu menawarkan diri kepada tiga muncikari untuk dicarikan pelanggan pria hidung belang.

Anak 8 Tahun di Bangkalan Dinyatakan Positif Corona Setelah Jalani Rapid Test

Pondok Bersalin Desa Tentenan Timur Disulap Jadi Tempat Karantina Pemudik dan Perantau di Pamekasan

Jurnalis Sumenep Dirikan Posko Gotong Royong Lawan Covid-19 untuk Galang Donasi Bagi Warga Terdampak

"Selain dari mulut ke mulut karena memang kenal, ada pula yang menawarkan diri kepada tiga muncikari itu dengan motif membutuhkan uang," tambah Iwan.

Para korban yang kebanyakan SPG event dan mahasiswi serta model juga pekerja kantor itu mengaku membutuhkan uang untuk bisa bergaya hidup borjuis.

"Bukan hanya kebutuhan,latar belakang motifnya memang gaya hidup borjuis, mewah. Jadi mereka kebanyakan menawarkan diri ke muncikari ini" tandas Iwan.

Tiga Muncikari Bongkar Modusnya

Tiga Muncikari yang ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya buka suara soal modusnya.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved