Breaking News:

Berita Sumenep

Praperadilan Kasus Dugaan Pengoplos Beras BPNT Ditolak, Begini Respon Ketua Komisi I DPRD Sumenep

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath memberikan apresiasi soal kasus dugaan beras oplosan BPNT

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Daru Hasyim Fath 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Upaya hukum tersangka Latifa, yang diduga pengoplos beras untuk BPNT di Sumenep kandas. Kemaren, Pengadilan Negeri (PN) menolak praperadilan yang diajukan oleh pemilik gudang UD Yudha Tama Art Affan Group itu.

Hasil sidang yang berlangsung pada Hari Senin (20/4/2020) kemaren, dinilai penetapan tersangka Latifa dalam dalam kasus dugaan beras oplosan untuk BPNT di wilayah kepulauan itu sah secara hukum.

Menanggapi ini, Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath memberikan apresiasi soal penetapan tersangka dan meyakini jika Majlis Hakim sudah tepat dan baik dalam supremasi hukum kedepan.

"Kami meyakini itulah yang terbaik proses edukasi hukum pada publik, apapun keputusan majelis hakim," kata Darul Hasyim Fath pada TribunMadura.com, Selasa (21/4/2020).

Download Drama Korea The World of The Married Episode 1 - 8 Sub Indonesia, Baca Juga Sinopsisnya

Download MP3 Lagu Aisyah Istri Rasulullah - Syakir Daulay, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Chord Gitar

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, dalam kasus penetapan tersangka beras BPNT itu Majelis Hakim berhak menentukan ke absahan dan sah sah saja seseorang untuk menguji keabsahan hukum selagi jalur yang ditempuh mempunyai legalitas hukum yang jelas.

"Sialang sengketa keabsahan atas tafsir hukum formal terhadap objek perkara sepenuhnya menjadi otoritas yang mulia majelis hakim untuk menilai dan tidak ada ruang sekecil apapun untuk Contempt Of Court," katanya.

Berita sebelumnya, hasil sidang praperadilan soal kasus beras oplosan untuk program BPNT yang di ajukan oleh tersangka Latifa terhadap Polres Sumenep kalah dan bahkan ditolak dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Senin (20/4/2020) kemaren.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Oskar Stefanus Setjo mengatakan, dengan ditolaknya semua permohonan tersebut menandakan proses penyelidikan hingga penyidikan dalam perkara ini sudah sah secara hukum.

"Hasil sidang kemaren (20/4/2020) tentang gugatan dari pihak pemohon ditolak," kata AKP Oskar Stefanus Setjo pada TribunMadura.com, Selasa (21/4/2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved