Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Lumbung Pangan Jatim Diserbu, Warga Sempat Berdesakan Antre, PSI Jatim: Caranya Harus Tepat

DPW Partai Solidaritas Indonesia Jatim mengapresiasi program Lumbung Pangan Jatim yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim untuk menghadirkan sembako murah.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Antrean Lumbung Pangan Jatim di Jatim Expo, Selasa (21/4/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur mengapresiasi program Lumbung Pangan Jatim yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim untuk menghadirkan sembako murah di tengah pandemi Covid-19.

Program ini menurut Ketua DPW PSI Jatim, Shobikin, sangat dibutuhkan masyarakat, saat perekonomian yang melemah di tengah pandemi virus Corona.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi, Lumbung Pangan Jatim digeruduk masyarakat mulai dari pagi.

Namun sayangnya saat mengantre, masyarakat sempat tidak memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu berdesak-desakan.

Satu Lagi Pasien Berstatus PDP Asal Kedamean Gresik Meninggal, Hasil Swab Belum Keluar

Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 2 Dibuka, Pemprov Jatim Sediakan 18 Posko Pelayanan

Tim Medis Pejuang Covid-19 adalah Kartini Masa Kini, hingga Ada yang Tak Bisa Menyusui Buah Hati

"Membuat orang bekumupul. Justru bahaya untuk penyebaran virus. Apresiasi idenya untuk meringankan beban rakyat. Tapi caranya harus tepat," kata Shobikin, Selasa (21/4/2020).

Namun begitu, menurut Shobikin, lumbung pangan murah semacam ini seharusnya tidak hanya ada saat masyarakat menghadapi Pandemi Covid-19.

Tapi juga untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasaran.

Jokowi Akhirnya Larang Warga Mudik Lebaran, Pemprov Jatim Sudah Antisipasi Dampak Ekonomi

Kondisi Empat Pasien Positif Virus Corona di RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Terus Membaik

Kisah Ketua Duta Kampus IAIN Madura Jalani Sidang Skripsi Online Tanpa Rasa Cemas dan Berswafoto

"Lumbung pangan ini sarana yang tepat untuk menjaga stabilitas harga sembako, menjamin hasil produksi para petani, peternak dan sektor perikanan. Kami sangat mendukung langkah ini terus dikembangkan," tutur pria yang juga dosen STIE Mahardika ini.

Lebih lanjut Shobikin menjelaskan, upaya Pemprov Jatim dalam menangani dampak sosial ekonomi perlu terus dioptimalkan.

Terlebih sejumlah daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

"Dengan adanya PSBB yang bertepatan dengan Bulan Ramadan, kebutuhan bahan pokok sangat tinggi. Sementara aktifitas ekonomi dipastikan terdampak karena PSBB," pungkas Shobikin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved