Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Berharap Doa Ratusan Hafidz untuk Jawa Timur Mampu Atasi Pandemi Covid-19

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengundang para Hafidz - Hafidzah atau penghafal Alquran ke Gedung Negara Grahadi.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan tunjangan kehormatan kepada para Hafidz atau penghafal Al-Qur'an di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (23/4/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengundang para Hafidz - Hafidzah atau penghafal Alquran ke Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (22/4/2020).

Dalam kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa memberikan tunjangan kehormatan kepada para Hufadz yang selama ini telah mengabdikan diri dalam pendidikan dan pengembangan tilawatil Quran di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan saat ini Jawa Timur dan Indonesia tengah menghadapi ujian wabah virus corona ( Covid-19 ).

43 Santri asal Malaysia Positif Covid-19, Gugus Tugas Jatim: Ponpes Temboro Bisa Jadi Klaster Corona

Kapan PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Akan Diterapkan? Begini Jawaban Pemkot

Wanita Asal Semarang Ditemukan Tewas di Lantai 8 Apartemen Surabaya, Ada Luka Sayatan di Leher

Bahkan khusus di Surabaya, seluruh kecamatannya sudah terkonfirmasi ada pasien positif Covid-19 sehingga Menkes menyetujui usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan bersama Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

"Kami memohon tambahan do’a dari para hufadz, mudah-mudahan badai Covid-19 ini segera berlalu,” tutur Khofifah Indar Parawansa.

Permohonan doa tersebut bukan hanya ditujukan kepada para Hufadz yang saat itu hadir di Grahadi tapi juga yang berada dalam jaringan silaturahmi para hafidz-hafidzah.

Khofifah Indar Parawansa mengakui, banyak negara seperti Italy yang terkenal dengan layanan kesehatannya baik akhirnya juga kewalahan dalam menghadapi Covid-19.

Amerika Serikat juga demikian.

“Dan dua hari lalu, kami mendapat kabar dari Malaysia bahwa ada 43 santri dari Ponpes Temboro itu positif Covid-19. Itu artinya, bahwa virus corona ini tidak milih-milih siapa atau siapa. Virusnya tidak jalan, tapi orang yang membawa virus ini jalan ke mana-mana,” tutur Khofifah Indar Parawansa.

Pemkot Lakukan Persiapan PSBB di Surabaya, Gelar Rapat Internal dan Rapat Bersama Pemprov Jatim

Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 2 Dibuka, Pemprov Jatim Sediakan 18 Posko Pelayanan

Identitas Wanita yang Tewas Bersimbah Darah di Apartemen Surabaya Terkuak, Berasal dari Semarang

Oleh karena itu, Khofifah Indar Parawansa kembali mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para Hufadz ikut mendoakan agar Covid-19 ini segera diangkat dari muka bumi.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Jatim Hudiyono menambahkan, pemberian tunjangan kehormatan ini telah disalurkan sejak 2015 hingga 2020.

Total penerima tunjangan kehormatan ini telah mencapai 4.100 hufadz dengan nilai Rp 250 ribu per bulan.

“Tunjangan telah diberikan secara merata kepada hufadz di 36 kabupaten/kota. Tinggal dua daerah yang saat ini belum mendapat tunjangan kehormatan ialah Ngawi dan Kota Batu.  Karena itu, tahun ini kita akan fokuskan untuk pemberian tunjangan pada Kabupaten Ngawi dan Kota Batu,” tutur Hudiyono yang juga Ketua II Lembaga Pengembangan dan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved