Breaking News:

PSBB di Kota Surabaya

Ketua Gugus Covid-19 Sebut PSBB Surabaya Tak Menakutkan, 'Cukup di Rumah Saja dan Disiplin'

Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Selasa (28/4/2020) hingga 11 Mei 2020.

TRIBUNMADURA.COM/MAYANG ESSA
Petugas saat tertibkan kendaraan jelang penerapan PSBB di perbatasan wilayah Surabaya-Siodarjo area Pondok Tjandra, Senin (27/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) mulai Selasa (28/4/2020) hingga 11 Mei 2020.

Kepastian tersebut didapatkan setelah rapat final PSBB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (23/4/2020) jelang tengah malam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga telah meneken Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) dalam penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengatakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) bukanlah sesuatu yang menakutkan.

H min 1 jelang diberlakukannya PSBB Surabaya, sosialisasi kepada warga terus dilakukan Pemkot Surabaya.

Eddy Christijanto mengatakan, pada awal penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) secara resmi pun nantinya sosialisasi tetap dilakukan.

Ia menjelaskan, mekanismenya pada saat awal penerapan PSBB dari hari pertama hingga ketiga sifatnya masih berupa teguran dan edukasi.

BREAKING NEWS - PSBB di Surabaya Mulai Besok Selasa 28 April, Pemkot Siapkan Ribuan Personel

Login www.prakerja.go.id untuk Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 3, Simak Cara Daftar Pakai HP

Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Kabupaten Trenggalek, Ini Penjelasan Bupati Mas Ipin

Sanksi baru akan diterapkan pada hari selanjutnya.

"Memang sanksinya sendiri di Perwali dan Pergub ini lebih banyak edukatif, sanksi lisan, sanksi tertulis dan sanksi penghentian atau pencabutan izin atau yang lainnya," terangnya.

Dia mengharapkan adanya partisipasi aktif dari warga. Sebab, kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam memutus rantai persebaran virus corona ( Covid-19 ).

Menurut Eddy Christijanto hal itu juga penting agar pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) tak perlu diperpanjang dari 14 hari saja adalah partisipasi aktif dari warga.

Tanpa hal itu, nihil suksesnya penerapan PSBB di Surabaya.

"Kuncinya itu masyarakat cukup di rumah saja dan disiplin yang kita harapkan seperti itu," ujarnya.

Hikmah Ramadan 1441 H, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Bencana Melahirkan Optimisme dan Semangat

Blusukan ke Rumah Warga, Bupati Pamekasan Serahkan Bantuan Langsung Tunai untuk 306 KK di Dua Desa

Temmi & Mastur Menangis Sesenggukan saat Diberi BLT Desa Rp 600 Ribu per Bulan oleh Bupati Pamekasan

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved