Sabtu, 23 Mei 2026

Dituduh Dukun Santet, Pasutri di Situbondo 3 Kali Diusir Rumah Dirusak, Bupati Kapolres Turun Tangan

Karena dituduh dukun santet, pasutri di Situbondo 3 kali diusir dan rumah dirusak, Bupati dan Kapolres sampai bereaksi

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Mujib Anwar
Tribunmadura/Izi Hartono
Liasto dan Warjinah, pasutri yang dituduh dukun santet dan diusir warga dari rumahnya saat didatangi Bupati, Kapolres, dan Wabup Situbondo, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Nasib pilu dialami pasangan suami istri ( pasutri ) di Kabupaten Situbondo.

Dituduh sebagai dukun santet, mereka tiga kali diusir warga. Rumah dan harta bendanya juga dirusak. 

Puncaknya terjadi pada Selasa (28/4/2020) malam, rumah pasutri yang dituding sebagai dukun santet di Dusun Leduk, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo tersebut dirusak massa.

Pengrusakan rumah milik pasangan suami istri ( pasutri ) Liasto dan Warjinah ini dilakukan puluhan warga, karena tuduhan dugaan sebagai dukun santet.

Akibat nasib yang dialami Liasto dan Warjinah, membuat para pejabat di Situbondo, yakni Bupati Situbondo, Kapolres, dan Wakil Bupati turun tangan dan mengunjungi mereka, Rabu (29/4/2020).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden pengrusakan rumah pasutri yang dituding sebagai dukun santet tersebut, namun beberapa orang mengalami luka luka akibat terkena lemparan batu yang berterbangan.

Dalam aksi anarkis yang dilakukan, puluhan warga tidak hanya merusak bangunnan rumah milik pasangan suami istri Liasto dan Warjinah, tapi juga merusak mobil dan sepeda motor korban.

Bermula Kobar Asmara di Malaysia dengan Emak-Emak, Pemuda Madura Tewas Dicelurit di Bangkalan

Kesal Istri Dihamili Selingkuhan, Pria Madura Bunuh Korban Secara Keji, Akui Tak Ada Rasa Penyesalan

Warjinah istri Liasto mengatakan, sejauh ini dirinyalah tidak mengetahui siapa yang menuduh suaminya sebagai dukun santet.

Menurutnya, pada saat suaminya menonton televisi dan dirinya sedang bersama cucunya, tiba tiba didatangi Kepala Desa bersama Babinsa dan warga melempari rumahnya.

"Saya disuruh pindah dari Dusun Leduk sama Kades, ya saya pindah dan menyewa rumah. Namun pagi harinya saya diusir lagi," ujar Warjina kepada TribunMadura.com, Rabu (29/4/2020).

Warjinah mengaku dirinya bersama keluarganya sudah tiga kali diusir oleh warga.

"Saya sudah mengalah meski bapaknya melarang keluar karena ini rumah dan tanah yang ditempati miliknya sendiri," bebernya.

Akibat pelemparan batu oleh warga, kata Warjinah, suaminya sempat dibawa ke rumah sakit karena terluka terkena lemparan batu.

"Kami melawan karena keluarga saya banyak terkena batu. Termasuk anak saya juga kena batu di punggungnya," jelasnya.

Warjinah mengaku, dirinya tidak terima atas perbuatan warga yang merusak rumah dan menuduh keluarganya memiliki ilmu santet.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved