Breaking News:

Virus Corona di Malang

Dampak Pandemi Corona, Kasus Perceraian di Kabupaten Malang Turun Drastis

Angka pengajuan gugatan cerai di Kabupaten Malang menurun sejak pandemi Covid-19 melanda pada bulan Maret 2020.

NYPOST
ilustrasi cerai 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Angka pengajuan gugatan cerai di Kabupaten Malang menurun sejak pandemi Covid-19 melanda pada bulan Maret 2020. 

Adanya wabah penyakit, membuat Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang melakukan pembatasan bagi warga yang akan hendak mengajukan gugatan perceraian.

"Kami ada layanan online dan manual. Setiap hari kami hanya menerima 10 pengajuan perkara setiap harinya. Sebelum pandemi kita bisa terima 80 hingga 100 perkara. Saat ini kita batasi," ujar Ketua PA Kabupaten Malang, Santoso ketika dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

114 Santri Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Lamongan Hendak Dipulangkan, Hasil Screening: Negatif

50 Persen Warga Luar Daerah Dirawat di Kota Surabaya karena Covid-19, Risma: Beban Berat Bagi Kami

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Dua Minggu Lagi, Pedagang Kecil Protes Tak Tersentuh Bantuan Sosial

Santoso menambahkan dengan adanya pembatasan pelayanan gugatan perceraian, PA Kabupaten Malang memberlakukan kebijakan waiting list.

"Jadi tidak langsung datang dilayani, waiting list. Jadi jika lebih dari 10 kita kasih kartu.

Data PA Kabupaten Malang memaparkan, ritme pengajuan gugatan cerai sempat mengalami lonjakan pada bulan Januari 2020. 

Saat itu, ada 778 wanita di Kabupaten Malang menggugat cerai suaminya. 

Angka gugatan cerai sudah tampak menurun pada bulan Februari.

Jumlah gugatan perceraian pada bulan tersebut sebanyak 448 gugatan cerai.

Memasuki bulan Maret, wabah Covid-19 terkonfirmasi menjangkit warga Kabupaten Malang.

Halaman
123
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved