PSBB di Surabaya Raya

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Dua Minggu Lagi, Pedagang Kecil Protes Tak Tersentuh Bantuan Sosial

Khofifah Indar Parawansa memutuskan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk wilayah Surabaya Raya diperpanjang untuk tahap kedua.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Para pelaku ekonomi kecil di Kota Surabaya mengaku merasakan dampak langsung akibat diterapkannya PSBB pada periode pertama. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memutuskan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk wilayah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo diperpanjang untuk tahap kedua selama dua pekan atau 14 hari lagi.

Penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB tahap kedua ini akan dimulai pada 12 Mei hingga 25 Mei mendatang.

Atau, setelah PSBB tahap pertama berakhir pada 11 Mei 2020.

Keputusan ini mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat terutama para pelaku ekonomi kecil di Kota Surabaya yang juga merasakan dampak langsung akibat diterapkannya pembatasan sosial berskala besar atau PSBB pada periode pertama.

Salah satunya adalah pengusaha air isi ulang di kawasan Lidah Wetan, Ade Irawan, yang omsetnya menurun drastis.

Cegah Corona, PMII Persiapan Sakera Cabang Pamekasan Semprot Disinfektan di Masjid Dua Kecamatan

Tak Terima Dituduh Curi Pompa, Pria Sampang Aniaya Tetangga Pakai Celurit, Satu Luka Robek di Kepala

Rekomendasi PSBB Malang Raya Kemungkinan Turun Selasa Besok, Begini Respons Wali Kota Sutiaji

Sebelum pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, sehari ia bisa melayani isi ulang hingga 80 galon lebih. Tetapi, sejak PSBB, sehari tidak sampai 5 galon.

"Warung kopi kan tutup semua. Pelanggan saya rata rata memang warkop. Sekarang tidak ada," kata Ade.

Ade juga mempertanyakan apakah dengan PSBB  ada jaminan bisa menyelesaikan Pandemi Covid-19.

"PSBB 14 hari. Kalau dijamin berkurang nggak masalah. Kalau perlu lockdown. Tapi ini kan tidak. Corona-nya enggak hilang, rejeki saya malahan yang hilang," kata Ade.

Jika PSBB ditambah 14 hari lagi, ia mengaku keberatan karena sampai hari inipun ia tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

"Ya mungkin karena saya punya usaha isi ulang, jadi dianggap mampu. Padahal, ini lagi seret.," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved