Breaking News:

Berita Sampang

Pemkab Sampang Rencanakan Tarik Retribusi Program Kawin Suntik Hewan Ternak untuk Bantu PAD

Penarikan retribusi kawin suntik dilakukan untuk membantu meningkatkan PAD Kabupaten Sampang.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA,COM/AHMAD FAISOL
Ilustrasi - Pemkab Sampang Rencanakan Tarik Retribusi Program Kawin Suntik Hewan Ternak untuk Bantu PAD 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMDURA.COM, SAMPANG - Pemkab Sampang melaui Dinas Pertanian Sampang berencana akan menarik retribusi dari Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik hewan ternak.

Dinas Pertanian Sampang beralasan, penarikan retribusi kawin suntik dilakukan untuk membantu meningkatkan PAD Kabupaten Sampang.

Plt Kepala Disperta Sampang Suyono mengatakan, program kawin suntik berpotensi ditiadakan dalam beberapa tahun ke depan lantaran semua kebijakan atau kewenangan berada pada pemerintah pusat.

Komplotan Maling Surabaya Babak Belur Dihajar Massa, Ketahuan saat Hendak Mencuri Kabel di Sidoarjo

Gara-Gara Salah Paham Physical Distancing, Warga Dua Desa di Malang Tutup Jalan Pintu Masuk Wilayah

Baru Ada 1.700 Anak di Sampang yang Punya KIA, Virus Corona Dinilai Jadi Penghambat Pengurusan

Setelah program kawin suntik ditiadakan, pihaknya akan tetap melaksanakannya dengan beberapa ketentuan yang harus diterapkan.

"Ketentuannya berupa penarikan retribusi atas pelayanan IB," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (10/5/2020).

Ia menjelaskan, program kawin suntik merupakan program pemerintah pusat.

Pada dasarnya peternak tidak dikenakan biaya saat menggunakan program tersebut karena semua biaya ditanggung.

Suyono menuturkan, bukan hanya layanan IB saja, melainkan pihaknya juga akan memaksimalkan penyediaan pelayanan tentang hewan.

Empat Warung Kopi di Surabaya Dipasang Garis Polisi, Gara-Gara Bandel Tetap Buka saat Jam Malam PSBB

Seperti, layanan melahirkan, pemeriksaan kesehatan dan lainnya yang nantinya semua biaya pelayanan akan masuk ke PAD.

"Nah, hal itu kita rancang pada tahun ini," terangnya.

Ia menambahkan, Sebenarnya banyak celah untuk dijadikan salah satu sumber PAD di dinasnya.

Sebab, bila hanya mengandalkan dari retribusi rumah potong hewan (RPH) tentu dirasa kurang.

"Kalau RPH kan hanya Rp 25.500 per ekor," pungkasnya.

Jalan Belakang Gor Ken Arok Kota Malang Dipasangi Beton Buis, Cegah Aksi Balap Liar di Area Tersebut

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved