Pengedar dan Produsen Sabu di Sidoarjo

BREAKING NEWS: BNNP Jatim Tangkap 2 Pengedar Sabu dan 2 Produsen Sabu di Sebuah Hotel di Sidoarjo

Dua pengedar barang haram jenis dan dua produsen sabu digerebek di dalam sebuah hotel yang terletak di Jalan Raya Pabean, Kabupaten Sidoarjo.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Dua tersangka produsen sekaligus pengedar sabu saat dikeler di rumah produksinya di Semarang Jawa Tengah 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur atau BNNP Jatim membongkar praktik peredaran narkotika di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya, Minggu (17/5/2020) siang kemarin.

Dua pengedar barang haram jenis sabu dan dua produsen sabu digerebek di dalam sebuah hotel yang terletak di Jalan Raya Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Keempat orang ini sengaja menggelar pertemuan untuk melakukan transaksi sabu.

Adapun narkotika jenis sabu itu dibawa oleh dua produsen sabu bernama Dedik A. Manik (42) warga Mengkudu Blok M, Jakarta Utara dan Novin Adrian warga (36) warga Dusun Gowok, Kabupaten Kendal.

Lembaga Amil Zakat Giatkan Penyaluran Zakat Maal dan Zakat Fitrah Online Selama Pandemi Covid-19

Inilah Waktu yang Tepat Membayar Fidyah dan Anjuran Tempat Menyalurkannya, Simak Penjelasannya

Pengumuman Hasil Seleksi PPDB SMPN Kota Malang via WhatsApp/Telegram, Daftar Ulang Pakai Google Form

Seementara, dua pengedar sabu bernama M Nasirin alias Cak Imin (31) warga Desa Pagerjowo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo dan (40) warga Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.

Saat tim pemberantasan BNNP Jatim bergerak, di dalam kamar hotel nomor 103 yang digunakan pertemuan keempat tersangka itu ditemukan sebanyak tujuh paket narkotika jenis sabu masing-masing berisi, 1030 gr, 1032 gr, 1033 gr, 1030 gr, 1032 gr, 107 gr dan 55 gr dengan total sebanyak 5,319 kilogram.

Dua produsen sabu mengaku, memiliki sebuah home industri sabu di wilayah perumahan Graha Taman Pelangi C3, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan tim pemberantasan setelah melakukan profiling dari informasi masyarakat.

PNS di Kabupaten Bojonegoro Mulai Bisa Nikmati THR, Pemkab Kucuran Dana hingga Rp 40,7 Milliar

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Poin-poin Penjelasan Bupati Bojonegoro Soal Mal dan Pasar Swalayan yang Belum Dirapid Test

"Awalnya di seputaran Sidoarjo itu sering dijadikan tempat transaksinya jaringan ini. Kemudian tim berantas BNNP jatim lakukan profiling dan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan empat tersangka dalam sebuah kamar hotel di sekitar Sedati, Sidoarjo," kata Bambang, Senin (18/5/2020).

Setelah diinterogasi, petugas BNNP Jatim kemudian berbagi tugas dengan memilah dua tersangka pengedar yang membeli dlsabu dari produsen untuk dibawa ke Mako BNNP Jatim, sedang dua lainnya dikeler menuju tempat produksi di wilayah Semarang.

"Disana (Semarang,red) kami temukan peralatan sederhana untuk membuat sabu berikut prekusor atau bahan untuk membuat serbuk haram sabu itu di rumaj tersebut," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved